Pengecatan Pasar Darurat Terkesan Misterius

132
Pasar Darurat Juwiring di Desa Bolopleret Kecamatan Juwiring yang dibangun CV Indo Mataram dengan anggaran Rp 178,5 juta. Pasar darurat itu tidak mampu menampung seluruh pedagang pasar Tanjung. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Klaten beberapa pekan lalu melakukan kegiatan pengecatan di Pasar Puluhwatu Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko dan Pasar Masaran Cawas.

Kini kegiatan pemeliharaan itu selesai namun tidak ada yang mengetahui berapa anggaran dan siapa penyedia jasa yang mengerjakan.

Karena tidak ada informasi yang jelas itulah maka muncul spekulasi di masyarakat atas adanya “penyedia jasa” siluman dalam pengerjaan paket pemilihan langsung (PL) di Disdagkop dan UKM itu.

“Kami tidak tahu siapa yang menggarap. Beberapa waktu lalu kami cuma melihat ada tukang yang mengecat bangunan utama pasar. Tapi tidak semua bangunan dicat,” kata pedagang Pasar Masaran Cawas kepada koranbernas.id.

Senada dikemukakan petugas pasar saat ditanya tentang pengecatan bangunan pasar. Kepada koran ini mereka mengaku tidak tahu menahu. “Aduh, maaf Pak. Kami tidak tahu kalau soal itu (pengecatan pasar),” ujar mereka.

Hal serupa terjadi di Pasar Puluhwatu Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko. Di pasar itu juga ada kegiatan serupa namun tidak ada yang tahu siapa yang mengerjakan dan berapa anggarannya.

Tiba-tiba saja di dua pasar itu ada kegiatan pengecatan bangunan utama pasar dan selesai begitu saja tanpa ada yang tahu siapa yang mengerjakan.

Tidak adanya informasi yang jelas tentang kedua proyek itu justru semakin memperkuat dugaan adanya “penyedia jasa” misterius yang menggarap kegiatan PL yang kurang dari Rp 200 juta di Disdagkop UKM. Apalagi di lokasi proyek tidak ada papan informasi kegiatan.

Padahal papan informasi kegiatan sangat dibutuhkan dan wajib dipasang agar masyarakat bisa mengawasi jalannya kegiatan jika sewaktu-waktu terjadi penyimpangan.

Apalagi di dua pasar itu hanya ada kegiatan pengecatan dan itu pun hanya pada bagian utama pasar dan tidak keseluruhan bangunan. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi meski pengecatan itu baru saja selesai beberapa hari lalu namun tembok bangunan yang telah dicat sudah kotor kembali.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Pasar Masaran Cawas dan Pasar Puluhwatu, Catur Nugroho, saat dikonfirmasi mengatakan kegiatan pemeliharaan pasar dikerjakan CV Sekar Melati. Namun saat ditanya berapa anggaran pemeliharaan tidak dijawab.

Kegiatan pemeliharaan dua pasar itu mengingatkan kembali pada pembangunan pasar darurat Tanjung Juwiring beberapa pekan lalu. Proyek senilai Rp 178,5 juta itu dibangun CV Indo Mataram yang selesai pada 7 Juli lalu.

Informasi di lapangan, pasar darurat itu dibangun penyedia jasa bernama Nanang. Namun Nanang Pratama yang disebut-sebut menggarap proyek itu membantah. “Tidak, bukan saya yang menggarap,” ujar Nanang.

Belakangan beredar kabar pembangunan asar darurat dan pemeliharaan kedua pasar merupakan paket “titipan” oleh pihak tertentu.

Belum diperoleh konfirmasi atas kabar itu. Namun di lapangan, pasar darurat yang dibangun di Pasar Tanjung Juwiring tidak mampu menampung seluruh pedagang. (sol)