Pengecer Elpiji Berburu di Agen dan Pangkalan

412

KORANBERNAS.ID–Isu kelangkaan elpiji subsidi  kemasan 3 kg atau tabung  melon, membuat sejumlah pengecer elpji subsidi rajin berburu barang dagangan ke  pangkalan dan agen. Tidak banyak barang yang  bisa dibeli. Saat berburu ke pangkalan ataupun agen, pengecer paling banyak membawa pulang hanya 2 tabung melon.

Salah seorang pengecer, Martini (27),  warga Desa  Mengkowo, Kecamatan  Kebumen, mengakui berburu elpiji subsidi di agen dan pangkalan, sejak 3 hari terakhir ini.  Ini dilakukan, lantaran pangkalan di desanya, seringkali kosong.

“Di desa ada 1 pangkalan. Kata pemiliknya hanya dikirim 5 tabung tiap kali pengiriman dari agen,” kata Martini.

Martini, Senin (04/09/2017)  berhasil membeli 2 tabung elpjii 3 kg, di sebuah agen di Jalan Sarbini Kecamatan Kebumen. Harga elpiji di agen itu, diungkapkan Rp 15.500 per tabung.  Di desanya yang berjarak 7 km dari  agen, elpiji dijual Rp 20,000 per tabung. Tiap berburu, dia membawa 4 tabung elpiji kosong.

Baca Juga :  Promosi KA Wijayakusuma Diperpanjang

Seorang pemilik pangkalan di Kelurahan  Tamanwinangun, Kebumen mengakui, ada isu kelangkaan elpji subsidi 3 kg. Selama 2 hari terakhir ini, tidak ada kelebihan gas yang dikirim agen ke pangkalan.  Padahal sebelumnya, agen bisa mengirim lebih banyak elpiji subsidi ke pangkalan. Kiriman dari agen elpji 3 kg, bisa melampaui kuota dalam kontrak  kerja sama penyaluran.

“Sebelumnya agen bisa  mengirim elpiji lebih banyak dari kuota kontrak,“ kata Agung Samudera, pemilik pangkalan elpiji subsidi dan non subsidi.

Dalam kontrak, kuotanya 2.160 tabung per bulan. Kenyataannya, bisa sampai 2.600 tabung per bulan. Tapi sudah 2 hari terakhir ini, jumlah  kiriman elpiji subsidi dari agen sesuai kontrak kuota. Sehingga terkesan ada kelangkaan elpiji subsidi.

Baca Juga :  Pembangunan Taman Air Mancur Tak Selesai

“Tidak ada pengurangan kuota, masih normal,“ kata  Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Kebumen  Hj Wahyu Siswanti, SE, MSi kepada koranbernas,id.

Dia berharap, distribusi elpji subsidi 3 kg tepat sasaran, yakni untuk keluarga berpenghasilan paling banyak Rp 1,5 juta per bulan atau UMKM dengan  aset paling banyak Rp 50 juta atau omset Rp 300 juta per tahun.  Sehingga konsumen elpiji yang mampu, beralih ke elpiji non subsidi. (Nanang W Hartono/SM)