Penggunaan dan Pengelolaan DBHCHT Temanggung Menjad Rujukan

132
Pjs Bupati Temanggung, Sudaryanto bersama pejabat FKPD dan unsur terkait memberi penjelasan tentang pengelolaan dana DBHCHT. (Endri Yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pemerintah Kabupaten Tuban Jawa Timur mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung Senin (28/05/2018). Kunjungan kerja bertujuan untuk studi banding masalah pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Rombongan dipimpin Asisten Bidang Ekbang dan Kesra Sunarto  diterima Asisten Ekbang dan Kesra Pemkab Temanggung Sadwoko Heri Susatyo di Ruang Loka Bakti Praja Komplek Setda Kab Temanggung.

Pimpinan rombongan,  Sunarto menjelaskan, kunjungan kerja di Temanggung bertujuan untuk studi banding tentang pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dinilai dikelola cukup baik oleh Pemkab Temanggung.

Selain itu juga dimaksudkan untuk menggali informasi tentang pelestarian penanaman tanaman tembakau.

Hasil studi banding ini akan dikaji dan diterapkan di daerahnya supaya pengelolaan DBHCHT berjalan lebih baik efektif dan efisien.

Diutarakan, Pemkab Tuban pada Tahun Anggaran 2018 ini mendapat alokasi DBHCHT sebesar Rp 19 miliar yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan di sejumlah OPD terkait.

Demikian halnya mengenai budidaya pelestarian tanaman tembakau bisa dilakukan secara optimal dengan sasaran akhir tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas tidak hanya petani tembakau saja.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Naik Sentuh Rp 30 Ribu

Sadwoko Heri Susatyo mengatakan, Kabupaten Temanggung tahun 2018 ini mendapat alokasi DBHCHT dari pemerintah sebesar Rp 30.735.722.000. Sedang sisa DBHCHT Kabupaten Temanggung Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 1.962.943.900, sehingga total alokasi DBHCHT tahun ini sebesar Rp 32.698.675.900.

Dana  tersebut dimanfaatkan untuk Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku di Dintanpangan & Bapedda, dengan Alokasi Anggaran  Rp 9,7 miliar, Program Pembinaan Industri di Disperindagkop & UKM, dengan alokasi anggaran Rp 100 Juta dan Program Pembinaan Lingkungan Sosial Bidang Kesehatan di DKK senilai Rp 17,705 miliar untuk mendukung JKN. Disamping itu digunakan untuk Program Pembinaan Lingkungan Sosial Bidang Tenaga Kerja di Dinaker, dengan Alokasi Anggaran Rp 2,525 miliar, Program Pembinaan Lingkungan Sosial Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di DINAKAN, dengan anggaran Rp 1,1 miliar.

“Bidang lain yang digarap memanfaatkan DBHCHT yaitu untuk Program Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Bagian Perekonomian (Sekretariat DBHCHT), dengan dana Rp 200 juta dan Program Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal di Dinas Satpol PP & Damkar, sebesar Rp 100 juta,”ujarnya.

Baca Juga :  Kapolres Temanggung Push Up untuk Persiapan Pilkada

Terkait dengan upaya pelestarian tanaman tembakau, diutarakan, bahwa  areal penanaman tembakau tersebar di 14 kecamatan sentra tembakau utamnya di kawasan  Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau.  Pemkab Temanggung terus berupaya mendorong petani menanam varietas Tembakau Kemloko yang merupakan jenis  tembakau asli Temanggung.

“Saat ini kami  sudah berhasil  meluncurkan varietas Kemloko baru, yakni Kemloko 4, 5 dan 6. Dari berbagai jenis tersebut petani bisa memilih jenis Kemloko yang cocok ditanam di lahan milik petani. Sebelumnya juga sudah diluncurkan varietas Kemloko 1, 2, dan 3 yang terbukti mampu menghasilkan tembakau kualitas tinggi dengan harga jual mencapai ratusan ribu rupiah per kg  ketika sudah menjadi tembakau rajangan kering,” ungkapnya.(SM)