Penghuni Rusunawa Kecewa

Bangunan Tidak Terawat, Atap Bocor

177
Bangunan rusunawa milik Pemkab Klaten di wilayah RW 6 Kelurahan Bareng Lor Kecamatan Klaten Utara. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah penghuni rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemkab Klaten mengaku kecewa dengan kondisi bangunan yang tidak terawat dan rusak.

Padahal bangunan berlantai lima itu tergolong baru namun terkesan tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya.

Kepada koranbernas.id, mereka menceritakan kerusakan itu pada bagian kamar mandi serta atap yang bocor. Selain itu, tumbuh rumput liar di pekarangan yang tidak pernah dibersihkan.

“Kamar mandi dan WC rusak. Sudah dilaporkan tapi belum diperbaiki,” kata Eko, salah seorang penghuni rusunawa, Kamis (21/06/2018).

Senada diungkapkan Agus, penghuni lainnya. Bangunan rusunawa tergolong masih baru namun kondisinya kurang terawat. Ini sangat berbeda ketika rusunawa masih dikelola Dinas Pekerjaan Umum yang sering dirawat oleh petugas.

Baca Juga :  Santri Diajak Ikut Perangi Penyakit TBC

“Sebenarnya kurangnya perawatan itu sejak rusunawa dikelola Dinas Perwaskim (Perumahan dan Kawasan Permukiman). Setiap ada kerusakan tidak henti-hentinya kami laporkan tapi tidak ada tanggapan,” ujar Agus.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perwaskim, Juwito ST, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti dan memperbaiki kerusakan sarana dan prasarana di rusunawa. “Sedang diperbaiki. Memang ada MCK yang rusak,” jelas Juwito yang juga Plt Kepala Dinas Perwaskim itu.

Bangunan rusunawa milik Pemkab Klaten berlokasi di wilayah RW 6 Kelurahan Bareng Lor Kecamatan Klaten Utara. Bangunan berlantai 5 itu baru ditempati beberapa tahun lalu.

Lokasi dibangunnya rusunawa oleh Kementerian Pekerjaan Umum itu bersebelahan dengan komplek pemakaman warga Tionghoa dan di belakang Kantor Pajak Pratama Klaten.

Baca Juga :  Suharsono Tak Terima Uang Proyek Satu Sen Sekalipun

Saat ini masih banyak kamar kosong tanpa penghuni. Juwito menjelaskan syarat penghuni rusunawa adalah warga berpenghasilan rendah dan warga Klaten yang dibuktikan dengan fotokopi KTP.

“Warga yang penghasilannya rendah bisa tinggal di sana. Buktikan dengan fotokopi KTP, kartu keluarga dan surat nikah bagi yang sudah berkeluarga,” kata Juwito. (sol)