Pengumuman, Rusak Pagar Bandara Diancam Pidana

180
Warga penolak pembangunan NYIA bentrok dengan petugas pemasangan pagar bandara, Kamis (12/04/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pengumuman bagi warga penolak bandara yang merusak properti di New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kamis (12/04/2018). Pihak bandara kemungkinan akan mempidanakan para perusak pagar dan melarikan potongan pagar saat dipasang.

Pemasangan pagar di Jalan Diponegoro di Sidareja. Saat pemasangan, warga penolak bersama aktivis menghalangi petugas dengan cara aksi duduk bersama dilokasi yang akan dipasang pagar. Petugas minta kepada mereka untuk pindah duduknya agar pagar dapt dipasang namun tidak digubris.

Karena warga tak mau pindah, petugas kemudian membopong mereka. Aksi bopong ini memicu bentrok fisik antara warga dengan petugas. Mereka saling dorong dan berteriak. Ada yang terjatuh ada yang terpental, termasuk Kabag Ops Polres Kulonprogo. Namun keributan tidak berlangsung lama.

Ditengah keributan tersebut tiba-tiba ada warga dan aktivis yang membawa lari potongan pagar besi yang belum terpasang. Namun hal tersebut dibiarkan oleh petugas. Ketika keributan mereda warga PWPP-KP dan aktivis menggelar orasi dan doa bersama di atas badan Jalan Diponegoro.

Kabag Ops Kompol Sudarmawan menjelaskan, pihaknya sudah dikoordinasikan dengan APP dan saat ini dibiarkan saja tanpa proses lebih lanjut. Namun jika terulang lagi atau bahkan terjadi perusakan pagar yang sudah terpasang maka akan ditindaklanjuti dengan proses hukum sesuai aturan berlaku.

“Karena sudah masuk ranah pidana. Saya imbau agar warga dan mahasiswa tidak melakukan perusakan pagar yang sudah terpasang,” kata dia.

Sementara pihak APP melanjutkan pemasangan pagar besi melintang hingga akses jalan tersebut kini tertutup. Sejauh ii belum ada laporan warga terluka dari kedua belah pihak.

Perwakilan PWPP-KP, Sofyan menyebut tindakan proyek itu sewenang-wenang mengingat Jalan Diponegoro merupakan akses jalan umum yang sangat penting bagi warga. Pemagaran akses jalan itu dinlainya sangat merugikan warga secara luas, tak hanya PWPP-KP. Apalagi karena jalan itu digunakan sebagai akses anak bersekolah.

“Jalan Ini sangat penting karena merupakan akses anak bersekolah. SDN 3 Glagahkan sudah direlokasi dekat Jalan Diponegoro dan anak-anak banyak yang bersekolah lewat jalan ini. Bukan hanya anak warga PWPP-KP tapi juga warga lainnya,” kata Sofyan.

Project Manager Pembangunan NYIA, Sujiastono mengatakan kegiatan pemagaran tidak terganggu oleh adanya kericuhan tersebut. Pekerjaan pemagaran yang saat ini sudah mencapai 95 persen akan tetap dilakukan oleh pihak APP hingga tuntas. Termasuk di areal yang masih dihuni kelompok warga penolak pembangunan bandara tersebut.

Angkasa Pura Property tetap akan melanjutkan kegiatan pemagaran lahan bandara pada Jumat (13/4/2018). Terutama di areal yang kondusif dan tidak ada resistensi. Sedangkan pemagaran untuk area lahan yang masih dihuni warga penolak bandara ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Pemagaran di Sidorejo hampir sudah tersambung seluruhnya antar titik dan hanya menyisakan beberapa meter saja yang belum tersambung. Namun, akses utama jalan lingkungan pemukiman warga itu sudah tertutup dan hanya tersisa jalan sempit saja di sebelah timur.

“Kita tunda dulu yang daerah sini didaerah warga penolak. Pemagaran kami lanjutkan di sisi lahan lain yang sudah clear,” kata Project Manager Pemagaran Lahan APP, Arief Budiman. (yve)