Pengungkapan Kasus Narkoba Naik 45 Persen

140
ilustrasi

KORANBERNA.ID–Selama tahun 2017 Polres Kulonprogo berhasil mengungkap  52 kasus narkoba. Jumlah tersebut meningkat sekitar 45 persen dibanding tahun 2016 yang hanya 24 kasus.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai, membenarkan adanya peningkatan tersebut. “Apa lagi kini personel di Satres Narkoba makin lengkap,” ujar Kalokres kepada wartawan Senin (01/01/2018)

Dikatakan, penyalahgunaan obat keras daftar G atau psikotropika lain menjadi satu hal yang menonjol dalam kasus narkoba di Polres Kulonprogo. Selama 2017 Polres Kulonprogo cukup sering mengungkap kasus peredaran ilegal dan penyalahgunaan obat khusus semisal pil Benzodiazepin (Alprazolam dan Riklona) maupun Thrihexyphenidy (Yarindo atau sering disebut pil sapi).

kepolisian menyita ribuan butir pil dari tangan pelaku. Peredaran obat itu termasuk kategori pengawasan khusus dan penggunaannya harus dengan resep dokter.

Baca Juga :  Memprihatinkan, PNS Belanja Sabu ke Nusakambangan

“Pelaku telah menyimpan tanpa hak produk farmasi itu. Mereka melanggar UU Kesehatan yang secara khusus mengatur bagaimana jenis obat-obatan itu didistribusikan dan dikonsumsi. Harus dengan resep dokter, bukannya malah dijual bebas,” kata Irfan.

Irfan menyebut bahwa peredaran ilegal obat terlarang itu kebanyakan terjadi di luar Kulonprogo. Pelakunya mendapatkan obat itu secara ilegal melalui jalur online. Polres Kulonprogo mengupayakan berbagai cara untuk menekan rantai edar obat tersebut secara ilegal dan mencegah masuk ke Kulonprogo. Secara aktif jajaran petugas memburu para pengedar, perantara, maupun pemakai meski berada di luar yurisdiksi Polres Kulonprogo.

Menurut Irfan, setiap ada pengungkapan kasus, diperintahkan kepada Kasat untuk dilakukan pengembangan sampai tingkat distributor, tidak hanya pemakai atau perantara. Dia berharap dengan upaya itu  bisa menekan penyalahgunaan obat ini.

Baca Juga :  Kaum Rois Butuh Perhatian yang Layak

Kasat Res Narkoba Polres Kulonprogo, AKP Ika Shanti Prihandini mengatakan Kulonprogo masih relatif kondusif terkait kasus narkoba. Namun demikian, pihaknya mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba di sekitar lingkungannya. Dengan begitu, upaya menekan dan mencegah peredaran ilegal narkoba bisa lebih optimal.(SM)