Pengunjung Bisa Praktik Mengolah Biourine

388
Eduwisata Peternakan Sitiadi yang asri. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Eduwisata peternakan terintegrasi yang juga Kampung Sapi Ongole (PO) Kebumen di Desa Sitiadi Kecamatan Puring, Kamis (19/10/2017), diresmikan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad.

Cikal bakal eduwisata peternakan terintegrasi itu bermula dari pemikiran anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Rukun Maju Makmur Desa Sitiadi, agar fungsi kandang ternak menjadi lebih beragam.

Anggota  KTT kemudian mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rukun Maju Makmur. Unit usaha tambahan itulah yang mengelola eduwisata tersebut.

Usaha itu makin berkembang setelah Pemkab Kebumen pada tahun anggaran 2017 menambah sarana wisata peternakan, di antaranya berupa kandang ternak pembibitan sapi PO Kebumen.

Pengunjung bersantai. (nanang w hartono/koranbernas.id)

HM Yahya Fuad berharap usaha wisata ini bisa meningkatkan kesejahteraan peternak khususnya di Kecamatan Puring. Selain itu, juga sebagai sarana mengenalkan cara beternak sapi PO Kebumen  tanpa sampah karena limbah  ternak diolah menjadi pupuk.

Baca Juga :  UMY Makin Terbiasa dengan Suasana Internasional

Kotoran sapi diolah sehingga punya nilai ekonomi tinggi. Urine sapi yang sudah menjadi biourine harganya bisa Rp 30.000 per liter. “Dengan kencingnya saja bisa menambah pendapatan peternak,“  kata Yahya Fuad.

Kepala Dinas  Pertanian dan Pangan Kebumen, Puji Rahayu, menambahkan Eduwisata Peternakan Terintegrasi/Kampung Sapi PO Kebumen tidak hanya sebagai sarana wisata edukasi peternakan saja.

Selain menjadi  tempat pembibitan Sapi PO Kebumen, tempat  ini juga menjadi sumber daya genetik Sapi PO Kebumen.

Sedangkan Direktur BUMDes Rukun Maju Makmur, Adi Nugraha, kepada koranbernas.id menjelaskan eduwisata tidak hanya  diperuntukkan bagi umum tetapi juga pelajar.

Aneka bunga bermekaran. (nanang w hartono/koranbernas.id)

Petugas  akan mengenalkan cara-cara memberi makan sapi maupun pengenalan pupuk cair. Khusus pengunjung dewasa, ada materi dan praktik membuat asap cair, pupuk biourine dan kompos.

Baca Juga :  UPT BP4 Pakem Pilot Project BPP

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata Kebumen, Nasrudin, mengatakan tempat wisata tersebut sudah memenuhi syarat sebagai obyek wisata.

“Ada daya tarik wisata  berupa  peternakan serta akses jalan yang mudah.  Yang  perlu  dikembangkan adalah atraksi wisata,” ungkapnya.

Praktik beternak  sapi juga bisa menjadi atraksi wisata yang menarik minat masyarakat berkunjung. (sol)