Penolak Bandara Bentengi Saja Rumahnya

223
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat kunjungan kerja ke Kulonprogo, Senin (12/03/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Meski dengan gaya bicara agak samar, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakui masih ada kelompok penolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulonprogo, Senin (12/03/2018) dia juga menyebutkan masih ada hambatan investasi di kabupaten ini terkait dengan bandara tersebut.

Seperti diketahui, di lokasi bandara masih ada sekirar 30 rumah bertahan dan menolak keluar dari kawasan bandara. Mereka disokong beberapa orang aktivis mahasiswa.

Sultan mencontohkan, pada proses pembangunan flyover Jombor pernah juga ada yang mencoba bertahan tidak mau pindah.

“Waktu itu Pak Heri minta saran sama saya. Maka saran saya ya segera dibangun saja. Nanti kan seperti dibetengi sekitarnya. Dan akhirnya orang itu kemudian manut,”  tutur Sultan.

Baca Juga :  Penyandang Cacat Merasa Hidupnya Miskin

Warga yang masih bertahan di area bandara pasti nanti akan kerepotan hidup, terjepit di tempat yang bising dengan deru mesin jet pesawat terbang yang memekakkan telinga.

Selain itu, mereka juga tidak punya tetangga karena rumahnya dikepung tembok sangat tinggi, serta sangat kesulitan memperoleh akses jalan keluar masuk ke rumahnya.

Disita pengadilan

Namun ketika didesak wartawan apakah penolak bandara agar dibentengi dengan bangunan-bangunan di sekitarnya supaya terjepit, Sultan menyatakan bukan seperti itu.

“Mereka kan diproses ganti ruginya melalui pengadilan. Bisa saja tanah itu kemudian disita pengadilan. Tetapi itu ranah pengadilan bukan saya….sudah, ya,” katanya sambil masuk ke mobilnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo ditanya untuk menjepit warga penolak bandara dia berpendapat bisa saja. “Wah, itu nek saya ya nomor pitulikur…ha ha. Saya berharap dengan adanya desk yang kita buat maka ada solusi yang baik,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga :  Demokrat Parpol Pertama yang Daftarkan Bacalegnya

Menurut dia, banyak contoh penyelesaian persoalan dengan baik. Bagi yang masih menolak atau tidak menolak, namun belum bisa menerima ganti untung, bisa diselesaikan secara hukum di pengadilan,” ujar Hasto Wardoyo. (sol)