Pentas Wayang jadi Pilihan Sosialisasikan Kebijakan Registrasi Kartu Pra Bayar

231
Pementasan wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugroho dengan lakon “Wisanggeni Maneges” di Lapangan Jagangrejo, Banguntapan, Minggu (5/11/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Prof Dr Hendry  Subiyakto mengatakan masyarakat diminta untuk melakukan registrasi nomor telpon pra bayar mereka sesuai dengan teknis yang telah disosialisasikan.

“Saya minta masyarakat melakukan registrasi kartu pra bayar mereka sebelum batas akhir tanggal 28 Februari 2018,”kata Hendry saat tampil dalam “goro-goro” pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugroho dengan lakon “Wisanggeni Maneges” di Lapangan Jagangrejo, Pelemwulung, Banguntapan, Minggu (05/11/2017) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut anggota Komisi 1 DPR RI, DR H Sukamta, Bupati Bantul, Drs H Suharsono, Anggota DPRD  Bantul, Amir Syarifudin dan ribuan penonton.

Hingga saat ini menurut Hendry sudah ada 30 juta kartu pra bayar yang didaftarkan. Untuk itu dirinya berharap kepada masyarakat untuk bisa mendaftar dengan mengirim  nomor NIK dan No KK ke nomor 4444. Tujuannya adalah untuk mendata pengguna kartu telpon pra bayar yang ada di Indonesia agar tidak ada penyalahgunaan.

Baca Juga :  Kampung KB di DIY akan Bertambah 73

“Cukup NIK dan Nomor KK, tidak ada permintaan nama ibu kandung atau data lain,” tandasnya.

Sementara itu Dr Sukamta mengatakan kepada masyarakat untuk bisa mendaftarkan kartu prabayar mereka.

“Tidak usah khawatir data ini akan dicuri, tidak ada pencurian seperti  kabar yang beredar,”tegas Sukamta.

Sebagai mitra kerja Kominfo, Komisi 1 DPR RI mendukung langkah yang dilakukan oleh kementerian tersebut. Karena menurut Sukamta, dengan registrasi menjadi salah satu cara untuk menekan penyalahgunaan kartu pra bayar.

“Misalnya kasus penipuan, sering kan ada yang sms atau telpon minta transfer dengan alasan keluarganya ada yang tertangkap polisi atau kecelakaan?,” kata Sukamta.

“Ada pula kasus mama minta pulsa dan kejahatan lain yang menggunakan nomor HP,”tambahnya.

Baca Juga :  Sleman Peroleh Hibah Rp 3,6 Miliar dari Australia

Maka diharapkan dengan cara meregistrasi kartu pra bayar akan bisa menghindari penyalahgunaan nomor ponsel. Karena nomor yang bersangkutan akan diketahui siapa pengguna atau pemakainya. Selain itu Kominfo juga melakukan tindakan menghapus gift dengan konten porno yang ada di aplikasi WhatsApp. Juga berperang melawan berita hoax yang begitu banyak berseliweran di dunia maya. (SM)