Penting, Mendorong Peran Serta Pria dalam Program KB

147
Sri Purnomo foto bersama usai membuka kegiatan Jambore Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), dan Motivator KB Pria, Kamis (30/08/2018).(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka kegiatan Jambore Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), dan Motivator KB Pria bertempat di Candi Banyunibo, Kecamatan Prambanan, Kamis (30/08/2018).

Kegiatan bertema “IMP, PKB, dan Motivator KB Pria Berkarya Membangun Cinta Keluarga, Cinta Terencana, Cinta Indonesia Menuju Sleman Sejahtera”. Diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari IMP, PKB, dan Motivator KB Pria di tiap Kecamatan se Sleman.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunga Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, Maflindati Nuraini mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan komitmen IMP, PKB, dan dan Motivator KB Pria dalam pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Menurutnya, keberadaan IMP, PKB, dan Motivator KB Pria mempunyai peranan penting dan strategis sebagai ujung tombak kegiatan di lapangan yakni dalam pergerakan masyarakat dan kemitraan dalam pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Sri Purnomo sangat mengapresiasi terselanggaranya kegiatan Jambore tersebut. Bupati juga mengapresiasi peran kader-kader PPKBD yang telah mendarmabaktikan tenaga dan pikirannya untuk menyukseskan program KB.

Menurutnya, pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana di Kabupaten Sleman ini perlu lebih di optimalkan lagi. Sebab jumlah penduduk Sleman pada semester II tahun 2017 mencapai 1.046.622 jiwa, terdiri dari 521.483 jiwa laki-laki dan 525.139 jiwa perempuan.

“Jumlah penduduk cukup besar.  Kalau tidak dikendalikan dengan bijak dapat menimbulkan berbagai permasalahan di kemudian hari. Maka program KB perlu lebih dioptimalkan lagi,” kata Sri Purnomo.

Bupati juga mengimbau perlunya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kaum pria untuk ikut secara aktif dalam ber KB. Terlebih lagi kesehatan reproduksi bukan hanya tanggungjawab wanita, melainkan juga tanggungjawab suami.

Ia berharap momentum ini dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas kinerja sekaligus merupakan ajang tukar menukar informasi, pengalaman dan pengetahuan antar petugas KB dari berbagai wilayah.

Dalam Kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Juara Evaluasi Kampung KB dalam Rangka HUT RI ke-73 Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2018. Juara pertama diperoleh Kampung KB Latanza, Banjeng, Maguwoharjo, Depok. Juara Kedua diraih oleh Kampung KB Gatramurti, Dongkelan, Sidorejo, Godean, dan Juara ketiga diraih oleh Kampung KB Sejahtera, Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik. (SM)