Penunggak Pajak Diburu Di Jalan

360
Kegiatan pembayaran PKB hasil operasi bersama Satlantas Polres Kebumen, Selasa (24/10) siang, di ruas jalan utama di Kebumen. (Nanang W Hartono/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor dilakukan oleh Pemkab Kebumen. Salah satu caranya adalah dengan melakukan razia sekaligus penagihan, seperti yang dilakukan pada Selasa 24 Oktober 2017.
Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kebumen bersama dengan Satlantas Polres Kebumen melakukan operasi di seputaran Jalan Tentara Pelajar Kebumen. Dari operasi tersebut, berhasil diagih 20 orang pengendara sepeda motor yang telah menunggak pajak kendaraan, dan enam orang lagi secara sukarela membayar pajak kendaraan sebelum jatuh tempo.
Meski mendapat pemasukan sebesar Rp 8,53 juta dari operasi Selasa siang, namun hal itu tidak sebanding dengan nilai tunggakan pajak kendaraan bermotor di Kebumen yang mencapai Rp 1 miliar lebih. Oleh sebab itu, operasi penagihan tunggakan pajak kendaraan yang digabungkan dengan operasi lalu lintas terus dilakukan.
“Hasil operasi hari ini, ada 20 penunggak PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), dan enam obyek PKB yang melunasi sebanyak Rp 6,663 juta pokok PKB, dan tidak ada denda bagi keterlambatan pelunasan PKB,” kata Kepala Seksi PKB pada UPPD Kebumen Suharyo kepada KoranBernas.id di sela proses pembayaran penunggak PKB di halaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Kebumen.
Suharyo mengungkapkan, jumlah tunggakan PKB di Kebumen tidak sebanyak sebelum adanya kebijakan Gubernur Jateng soal pemutihan denda pembayaran PKB. Jumlah tunggakan sekarang hanya sekitar Rp 1 miliar .
Beberapa penunggak PKB yang terjaring operasi ini, umumnya mengaku lupa membayar PKB. Meskipun ada diantara mereka menunggak sampai 3 tahun. Mereka umumnya melunasi PKB di tempat operasi.
Ada seorang pembawa motor yang menunggak PKB, tidak mampu melunasi tunggakan pokok PKB. Dia mengaku hanya membawa uang Rp 200.000. Petugas UPPD Kebumen akan menagih tunggakan di rumah yang bersangkutan. “ Ditagih di rumah ya,” tandas Suharyo. (ros)