Penyakit Hati Lebih Berbahaya

166

KORANBERNAS.ID — Penyakit hati jauh lebih berbahaya dibanding sakit fisik. Untuk menghindarinya setiap manusia dituntut hidup dengan lapang hati. Jangan sampai punya rasa iri terhadap orang lain yang diberi rezeki oleh Allah SWT.

“Bisa-bisa tetangga beli sepeda motor saja tensi naik. Bahkan terpaksa harus masuk rumah sakit lantaran dipicu oleh rasa iri dan merasa tersaingi,” kata Ustad Zulkarnaen, Sabtu (02/06/2018) di Gedung PWI Yogyakarta.

Lebih jauh, ustad yang akrab disapa Bang Zul ini saat tampil sebagai penceramah menjelang buka puasa yang digelar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Yogyakarta, menyampaikan penyakit hati bisa dihindari.

Caranya, dengan bekal akhlak yang baik, budi pekerti dan rasa sabar serta pandai membaca keadaan. “Penyakit hati obatnya sepenuhnya terletak pada diri sendiri bagaimana seseorang bisa mengendalikan emosi dan perasaannya,” kata dia.

Salat Maghrib berjamaah dengan imam Ustad Zulkarnaen. (arie giyarto/koranbernas.id)

Tali asih

Ketua IKWI Cabang Yogyakarta Hj Sri Suryawidati Idham Samawi mengatakan, acara ini sekaligus merupakan wujud rasa syukur masih diberi kesempatan oleh Allah SWT melaksanakan ibadah puasa 1438 Hijriyah.

Pada kesempatan itu Hj Ida Idham Samawi menyampaikan tali asih kepada para warakawuri. Juga kepada para guru Taman Kanak-kanak Bumi Warta yang berada dalam naungan IKWI Cabang Yogyakarta. “Jangan dilihat jumlahnya. Tetapi sebagai tanda tresna,” katanya.

Acara yang dihadiri lebih dari 50 anggota IKWI yang terdiri dari istri wartawan, wartawati dan karyawati pers itu dilanjutkan salat Maghrib berjamaah dengan imam Bang Zul serta buka puasa bersama.

IKWI menyelenggarakan pertemuan rutin minggu kedua setiap bulannya. Setiap Jumat melaksanakan senam bersama serta latihan musik kulintang untuk menjaga kebugaran fisik serta kegembiraan ibu-ibu sebagai salah satu terapi hidup sehat dan panjang umur. (sol)