Penyegelan Tower Selular Ditanggapi Dingin Warga

208
Aksi demo warga di lokasi tower selular di Dukuh Ngalas Desa Jetis Delanggu Klaten, Jumat (22/6/2018). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Petugas Satpol PP Pemkab Klaten, Selasa (26/06/2018) siang melakukan penyegelan kedua terhadap tower selular di Dukuh Ngalas, Desa Jetis, Kecamatan Delanggu. Namun penyegelan itu ditanggapi dingin warga karena langkah itu dinilai percuma.

“Seharusnya sikap tegas petugas ditunjukkan saat penyegelan pertama. Lha sudah tahu disegel kok ya tetap membangun. Mana ketegasan petugas?. Sekarang tower sudah berdiri kok disegel lagi,”kata warga kompak.

Sebelumnya, Kepala Desa Jetis Rudy Purwanto juga prihatin dan kecewa atas proses pembangunan tower selular oleh PT Persada Sokka Tama yang dinilai mengabaikan ketentuan yang berlaku.

“Pada awal sosialisasi ada sekitar belasan warga saja yang diundang oleh BPD dan RT/RW. Namun karena ada reaksi dari warga akhirnya pendataan warga terdampak diulang dan jumlahnya membengkak. Saya tidak tahu itu semua. Saya tahu setelah warga mulai ramai,” jelas Rudy.

Baca Juga :  Kemasan Produk UKM Harus Menawan

Dia juga mengaku prihatin terhadap kondisi desa yang saat ini tidak kondusif pasca hadirnya tower selular. Apalagi dengan hadirnya beberapa orang luar yang memperjuangkan agar tower selular itu berdiri.

Kepala Satpol PP Klaten Sugeng Haryanto didampingi Kabid Penegakan Perda Poniman yang ditemui dikantornya mengatakan telah menerbitkan surat penghentian kegiatan pembangunan tower selular itu.

“Suratnya sudah kami serahkan kepada perusahaan. Hari ini kami mau ke lokasi untuk menggembok,” kata Sugeng Haryanto, Selasa pagi.

Surat tertanggal 22 Juni 2018 bernomor 300/975/28 perihal penghentian kegiatan diterbitkan karena pihak PT Persada Sokka Tama dalam mendirikan tower selular tidak dilengkapi IMB dan melanggar Perda Klaten pasal 56 ayat 1 Perda Klaten Nomor 15 Tahun 2011 tentang bangunan gedung jo Perda Klaten Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pengendalian dan Pembangunan menara telekomunikasi.

Baca Juga :  Gigitan Tikus Merusak Tanaman Padi

Selain itu juga dinilai melanggar tindak pidana memasuki area yang telah disegel petugas Satpol PP tanpa ijin petugas berwenang.

Jika masih ada pihak-pihak yang nekad merusak gembok atau segel tersebut maka petugas Satpol PP mengancam akan memidanakannya ke polisi.

“Kalau sudah digembok berarti tidak ada yang boleh masuk. Sekarang jaringan listrik disana tidak ada otomatis tower tidak bisa berfungsi. Biar saja mereka membangun menara tinggi-tinggi kalau nanti tidak bisa digunakan. Seperti tower yang di Desa Gatak Delanggu contohnya,” jelas Poniman. (SM)