Perajin Genteng Curhat ke Gubernur

351
Proses produksi  pabrik genteng Soka di Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dua tahun  terakhir  ini, roda usaha perajin Genteng Soka di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah berada pada titik terendah. Persaingan pasar dengan produk sejenis dari daerah lain dan produk pabrikan serta menurunnya permintaan genteng dari Kebumen, menyebabkan merosotnya usaha genteng  Soka.

Mewakili rekan-rekan-rekannya, seorang pengusaha Genteng Soka, Muhroni (52), curhat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (13/09/2017), di Desa Kedawung  Kebumen.

Menurut perajin itu, permintaan genteng asal Kebumen berkurang karena proyek perumahan  pemerintah juga berkurang. Sebagian perajin tetap bertahan meskipun hanya kembali modal atau malah merugi.

Masalah lain yang dihadapi pengusaha genteng yang sudah berjalan empat generasi ini, kata Muhroni, adalah ketersediaan  bahan baku berupa tanah liat. Lokasi  pertambangan  tanah liat sebagian besar sawah berpengairan teknis sehingga sulit dialihkan ke lahan lain.

Baca Juga :  Bagian Bangunan Bekas Gedung RSUD Dipreteli Pencuri

Program Bupati  Kebumen  HM Yahya Fuad  yang akan memanfaatkan sedimen  Waduk Sempor sebagai bahan baku genteng juga  masih sebatas wacana.  Kualitas sedimen di pinggiran  Waduk Sempor hanya cocok untuk bahan  baku bata merah. “Sedimen yang paling cocok berada  di tengah waduk, tapi  biaya  mengambilnya  mahal,“ kata Muhroni.

Pemasaran produk genteng dari daerah lain juga menambah persoalan.  Sekarang di pasaran  banyak beredar produk genteng dari luar Kebumen seperti genteng Jatiwangi Cirebon dan  Karangpilang.  Produk pabrikan, juga menjadi pesaing genteng  Soka Kebumen.  “Harga genteng  sejak tahun 2015 paling rendah,“ kata Muhroni.

Ganjar  Pranowo mengatakan, perlu ada riset untuk meningkatkan kualitas produk genteng  Soka Kebumen sehingga mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain.

Menurut Ganjar, mekanisme produksi bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi  persaingan kualitas dengan genteng pabrikan  atau daerah lain.

Baca Juga :  Penerapan "E-Government" Kurangi Gratifikasi

“Itu salah   satu  jalan keluar, agar kualitas genteng  Soka Kebumen  bisa bersaing dengan produk  sejenis  pabrikan,” ujarnya. (nanang w hartono)