Perajin Tatah Sungging Jadi Petani Kala Pesanan Sepi

208

KORANBERNAS.ID – Tidak kurang 25 orang perajin tatah sungging di Dusun Cabeyan Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul mengikuti pelatihan di gedung PAUD pedusunan setempat, Jumat (23/03/2018).

Pelatihan yang dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto SH MM ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP)  di bawah bimbingan dosen  Jurusan Bahasa Jawa, Zuly Kurniawati SPd MHum.

Dari pelatihan kali ini para perajin kemudian mendeklarasikan berdirinya paguyuban perajin tatah sungging “Kriya Bakti”. “Saya mendukung  pengembangan tatah sunggih di Cabeyan,” kata Sunarto.

Dinas Kebudayaan juga  siap untuk memberikan dukungan kepada paguyuban berupa pengembangan keterampilan dan juga fasilitasi agar semakin maju dan berkembang.

Zuly Kurniawati mengatakan kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Hari ini baru awal dan kita akan mendampingi selama setahun,” kata Zuly.

Selain sosialisasi mengenai kewirausahaan tatah sungging, ke depan juga akan ada pelatihan peningkatan kapasitas para perajin termasuk pembuatan website hingga pemasaran secara online.

“Selama ini mereka lebih banyak menerima limpahan order dari tempat lain, jadi belum  memasarkan dan dapat order sendiri. Saya yang asli sini merasa terpanggil untuk bisa membantu mereka agar  lebih maju,” kata Zuly.

Dari 25 perajin tatah sungging, ada 10 yang memang hidupnya benar-benar dari sektor  ini. Selebihnya nyambi  jadi  petani, padagang dan bekerja di sektor lain kala pesanan tatah sungging sepi.

“Karena kondisi, maka jumlah perajin juga mengalami penurunan. Saat masih jaya jumlah perajin mencapai 50 orang se-Dusun Cabeyan, sekarang yang bertahan tinggal 25 orang,” katanya. Penurunan itu terjadi pascagempa 2006. (sol)