Perangi Vandalisme Sekarang Sosialisasi, Selanjutnya Penegakan Perda

125
Sosialisasi Kebijakan Penanganan Vandalisme  Kabupaten Sleman Tahun 2018 di Kampung Flory, Pangukan, Sleman berlangsung Selasa-Rabu (27-28 /02/2018).(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Maraknya aksi vandalisme di Kabupaten Sleman semakin memprihatinkan. Pasalnya aksi yang dilakukan dengan mencorat-coret tembok, jalanan, jembatan, rambu lalulintas, dan fasilitas umum lainnya ini dapat merusak keindahan.

Mengantisipasi aksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan Penanganan Vandalisme  Kabupaten Sleman Tahun 2018 di Kampung Flory, Pangukan, Sleman berlangsung Selasa-Rabu (27-28/02/2018).

Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman, Iriansyah menuturkan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadap anak-anak atau remaja khususnya di kalangan pengurus karang taruna terhadap dampak negatif dari aksi vandalisme.

“Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan dan arahan cara menyalurkan kegiatan yang produktif pada remaja,” katanya pada sosialisasi yang dihadiri 50 peserta perwakilan karang taruna dari 25 desa di 5 kecamatan di Sleman.

Baca Juga :  Sleman Gelar Pameran Potensi Daerah

Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya yang menjadi narasumber menyambut baik penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk respon positif terhadap kondisi dan permasalahan aksi vandalisme, khususnya yang melibatkan sejumlah generasi muda.

Menurutnya, aksi vandalisme banyak dilakukan oleh kalangan remaja dan bahkan tindakan ini diantaranya banyak juga dilakukan oleh pelajar yang masih duduk di bangku SMP. Aksi vandalisme diantaranya dilakukan atas dasar kebebasan berekspresi yaitu dengan menuangkan ide dan kreasi seni mereka.

“Namun sangat disayangkan kreasi seni tersebut dituangkan tidak pada tempatnya,” kata Suci.

Selain sebagai bentuk kreasi seni yang tidak pada tempatnya, aksi vandalisme juga dilakukan untuk menunjukkan eksistensi sebuah kelompok dan juga untuk mendiskreditkan kelompok lain.Tempat-tempat umum sengaja dipilih agar tujuan mereka diketahui oleh publik secara luas.

Baca Juga :  Kaum Rois Berkiprah Tanpa Pamrih

Lebih lanjut Suci menuturkan, berkaitan dengan kondisi aksi vandalisme yang memprihatinkan  tersebut, maka untuk menyelesaikannya dibutuhkan peran serta segenap elemen masyarakat.

Menurutnya, vandalisme termasuk dalam gangguan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban. Optimalisasi pemberantasan aksi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah penegakan Perda, kerjasama aktif antar pihak yang berkepentingan dalam menjaga ketentraman dan ketertiban, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban umum.

“Kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar harus bersama-sama kita tanamkan dan tumbuhkan mulai dari anak-anak kita yang masih kecil. Masih banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan generasi muda untuk menyalurkan energinya.  Salah satunya dengan kegiatan olahraga yang sekaligus dapat  menjadi  wadah untuk meraih prestasi,” kata Suci. (SM)