Perawat Satwa Itu Ujung Tombak

347
Perawat satwa mengikuti pelatihan di GL Zoo Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Kepala Bidang Pelatihan dan Penelitian Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI)  Dr drh Ligaya ITA Tumbeleka menyatakan keeper atau perawat satwa dan petugas nutrisi serta dokter hewan, merupakan ujung tombak bagi Lembaga Konservasi (LK). Seiring perkembangan zaman, perawat satwa perlu sertifikasi atau dinyatakan kompeten.

“Nanti, sertifikasi bagi keeper akan terjadi,” ujarnya pada in house keeper training di Mayang Tirta kompleks Gembira loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta, Jumat (18/08/2017).

Pelatihan yang diikuti 78 peserta terdiri dari keeper, petugas nutrisi dan tenaga kesehatan hewan GL Zoo itu, dibuka oleh Dirut GL Zoo KMT A Tirtodiprojo. Pada pelatihan yang berlangsung dua hari itu, peserta dibagi menjadi empat gelombang.

Ligaya, Pengajar dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menyampaikan materi mengenai etika dan kesejahteraan satwa, pemeliharaan dan perilaku satwa. “GL Zoo sebagai LK harus meningkatkan diri karena sudah berani pakai zoo,” katanya.

Karena itu, bekerja di GL Zoo dituntut memiliki kompetensi supaya satwanya lebih sejahtera. “Perawat satwa harus mampu memahami konsep kesejahteraan satwa,” ujarnya.

Artinya, mereka tidak boleh menjadikan satwa merasa tidak nyaman. Selain itu, karyawan di kebun binatang juga harus profesional, jujur, disiplin, berdedikasi, integritas, mampu kerja mandiri dan bekerjasama.

“Juga mampu komunikasi sesuai etika. Kita harus punya hasrat keinginan kerja tinggi, senang dan cinta satwa,” jelas pemerhati satwa ini. (sol)