Perayaan Kelulusan Harus Tertib

180
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI memberi arahan kepada Forkopimda, Muspika dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Sleman, Senin (30/04/2018) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.(nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Menjelang pengumuman kelulusan siswa SMA yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2018, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI memberi arahan kepada Forkopimda, Muspika dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Sleman, Senin (30/04/2018) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan situasi yang kondusif ketika hari pengumuman kelulusan nanti.

Sri Purnomo menghimbau pihak sekolah agar mampu memanfaatkan waktu luang antara ujian akhir dengan pengumuman. Hal tersebut menurutnya bertujuan agar siswa tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Sri Purnomo berharap momentum kelulusan dapat diisi dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Menurut Sri Purnomo sekolah harus mampu menjaga ketertiban ketika pengumuman kelulusan. Bupati Sleman tersebut juga meminta pihak sekolah melakukan pengumuman dengan mengirim surat keterangan lulus langsung ke alamat rumah siswa. Dengan demikian siswa tidak perlu datang ke sekolah, maka diharapkan dapat meminimalisir potensi gangguan ketertiban.

“Kalau diumumkan disekolah secara bareng-bareng, nanti siswa itu pulangnya juga bareng-bareng, itu nanti bisa memicu kerawanan,” jelas Sri Purnomo.

Selanjutnya Sri Purnomo meminta pihak sekolah untuk mengundang wali siswa untuk ikut menerima hasil kelulusan di sekolah. Kemudian pada saat penyerahan hasil kelulusan dan pelepasan tersebut, siswa diwajibkan untuk memakai pakaian adat Jawa. Tujuan dari penggunakaan pakaian adat Jawa ini menurut Sri Purnomo untuk membangun karakter dari siswa tersebut.

“Kalau sudah memakai pakaian adat Jawa masa masih mau ugal-ugalan? Kan kurang pantas,” ungkapnya.

Sri Purnomo juga menghimbau supaya pihak sekolah melakukan pengumuman kelulusan disertai dengan pelaksanaan Bhakti Sosial, yaitu salah satunya dengan mendonasikan pakaian sekolah siswa. Hal tersebut dimaksutkan untuk menghindari aksi konvoi dan coret-coret yang biasa dilakukan siswa saat kelulusan.

“Sekolah bisa koordinasi dengan aparat keamanan setempat, supaya siswa tidak merayakan kelulusan dengan euforia atau konvoi,” tegas Sri Purnomo.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan arahan Bupati Sleman terkait operasional mobil jeep di kawasan wisata di Kabupaten Sleman. Dia mengungkapkan bahwa kelayakan kendaraan dan ketrampilan sopir merupakan hal yang harus selalu diperhatikan. Hal tersebut mengingat jumlah wisatawan yang menggunakan mobil jeep di kawasan wisata di Sleman tergolong tinggi.

“Jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman tahun 2017 kemarin mencapai 7,2 juta wisatawan, dan target kita di tahun 2018 ini sebanyak 8 juta wisatawan. Ini bukan jumlah yang sedikit. Maka kita harus mempunya pelayanan yang standar, termasuk wisata jeep ini,” kata Sri Purnomo.

Dia juga menjelaskan bahwa pelayanan yang baik terhadap akan berpengaruh pada iklim investasi di Kabupaten Sleman. Sri Purnomo mengatakan bahwa kesan yang baik dari para wisatawan dapat menarik minat wisatawan yang lain untuk juga datang ke Kabupaten Sleman.

“Jadi insyaallah Mei nanti ada Kedubes Finlandia yang akan membawa investor dan pimpinan majalah Mondo, majalah yang cukup terkenal di Eropa. Jika pelayanan kita baik, maka mereka juga akan menulis hal-hal yang baik. Ini bisa jadi sarana promosi untuk kita yang murah tapi mempunyai dampak yang besar,” jelasnya.

Di Kabupaten Sleman saat ini memiliki sebanyak 870 mobil jeep yang digunakan untuk fasilitas wisata, yang tergabung dalam 30 kelompok. Sebanyak 29 kelompok tersebar di kawasan wisata Gunung Merapi, dan satu kelompok berada di obyek wisata Tebing Breksi. (yve)