Perda Jangan Jadi Tumpukan Onggokan Kertas

145
Ketua Bapemperda DPRD Kebumen Muhsinun SH. (Nanang W Hartono/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Kebumen berkomitmen, pembentukan peraturan daerah (perda) oleh DPRD Kebumen dan eksekutif lebih meningkat kualitasnya. Badan itu tidak ingin perda hanya seonggok kertas (peraturan) yang tidak bermanfaat.

Hal itu diutarakan Ketua Bapemperda Kebumen Muhsinun SH kepada wartawan, Senin (11/2) sore, usai digelarnya rapat paripurna pengambilan keputusan Program Pembentukan Perda DPRD Kabupaten Kebumen 2018.

Dengan di dampingi Sekretaris DPRD Kebumen Ir Siti Kharisah MM dan Kabag Humas DPRD Kabupaten Kebumen Suyanto, Muhsinun mengungkapkan, pada masa sidang DPRD tahun 2017 yang akan berakhir beberapa hari lagi, berhasil dirampungkan pembahasan 16 raperda menjadi perda, tiga di antaranya perda yang berkaitan dengan anggaran.

Baca Juga :  Pemkab Brebes Membangunkan Gedung Barak Siaga untuk Kodim 0713

“Saya tidak ingin perda yang ada hanya (jadi) seonggok kertas,” Muhsinun menegaskan.

Dirinya meminta agar pembahasan dan penyampaian raperda pada masa sidang 2018 harus disertai Naskah Akademik (NA) terlebih dahulu. Tanpa NA, raperda tidak akan diterima DPRD Kabupaten Kebumen.

Pembahasan raperda, juga akan lebih berkualitas, sehingga kuantitas jumlah perda yang dibentuk, tidak menjadi target dari DPRD Kebumen.

Muhsinun mengaku, ada beberapa raperda yang merupakan Propemperda tahun 2017, hingga sekarang baru pada pada tahap pembahasan. Misalnya Raperda Tentang Pelayanan Pasar Daerah dan Raperda Tentang Retribusi Pelayanan Pasar Daerah.

Kedua raperda ini sedang dibahas panitia khusus DPRD Kabupaten Kebumen. Kemungkinan besar tidak bisa diselesaikan tahun 2017 dan selanjutnya proses pembahasan raperda dilanjutkan masa sidang 2018.

Baca Juga :  18 Tim Ikut Turnamen Terbuka Goalball

“Pembahasan dua raperda itu masih on the track, “ kata Muhsinun. (ros)