“Perempuan Bertato Kura-Kura” Diluncurkan di Tembi Rumah Budaya

429

KORANBERNAS.ID — Empat perempuan penyair akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi 74, Jumat (03/11/2017) pukul 19:30, di Tembi Rumah Budaya Jalan Parangtritis Km 8,5 Timbulharjo Sewon Bantul.

Mereka adalah Umi Kulsum (Yogyakarta), Ristia Herdiana (Jakarta), Resmiyati (Klaten) dan Yuliani Kumudaswari dari Sidoarjo.

Masing-masing akan meluncurkan antologi puisi karyanya sendiri, Umi Kulsum dengan judul buku Akar Ketuban. Ristia Herdiana antologi puisinya berjudul Wajah Rembulan.

Resmiyati dengan buku puisi berjudul Tetangga Surga dan Yuliani Kumudaswari menampilkan buku berjudul Perempuan Bertato Kura-Kura.

“Jadi, ada empat antologi puisi dari empat penyair dari kota yang berbeda,” ungkap Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama, Selasa (31/10/2017).

Menurut dia, keempat penyair ini sudah menerbitkan antologi puisi bersama maupun antologi puisi tunggal. Mereka juga sering tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama dan kali ini tampil bersama dengan meluncurkan antologi puisi.

“Tajuk dari Sastra Bulan Purnama edisi 74 ini Penyair Perempuan Dalam Empat Antologi Puisi,” ujar Ons Untoro.

Resmiyati (istimewa)

Selain empat perempuan penyair, akan ditampilkan empat perempuan pembaca puisi dari karya masing-masing penyaira, yaitu Kentik, Koniherawati, Sri Suryawidati dan Yuli Rukmini.

Masing-masing mempunyai profesi berbeda. Kentik sehari-harinya bergulat dengan usaha gerabah di Kasongan. Koniherawati seorang perupa sekaligus dosen, Yuli Rukimini memiliki usaha t shirt dan Sri Suryawidati mantan Bupati Bantul.

Melengkapi acara itu akan ditampilkan musikalisasi puisi kelompok musik Boleh Masuk dengan personel di antaranya Ana Ratri dan Nyoto Yoyok. Keduanya akan mengolah puisi karya Yuliani Kumudaswari dan Ristia Herdiana.

“Saya memang bermain berdua dengan Nyoto Yoyok, tapi tentu bisa menerima yang lain untuk masuk, yang sifatnya aditional saja, karena masing-masing personel mempunyai kesibukan yang berbeda, sehingga kami tidak ingin terbebani dengan personel lain,” kata Ana Ratri.

Umi Kulsum dan Ristia Herdiana. (istimewa)

Selain pembacaan puisi, akan ditampilkan juga satu monolog pendek yang mengolah puisi berjudul Hati karya Resmiyati, menjadi satu pertunjukan dan dimainkan oleh Butong.

“Butong bersama teman-temannya pernah tampil mementaskan puisi karya Rendra dalam bentuk drama di Sastra Bulan Purnama edisi 1 Oktober 2011,” kata Ons Untoro.

Tidak ketinggalan, satu komunitas dari Semarang, yang dikenal dengan nama Bengkel Sastra Taman Maluku tampil dalam berbagai ekspresi sastra dengan mengolah puisi-puisi.

“Sekaligus penampilan Bengkel Sastra Taman Maluku dari Semarang ini sebagai closing acara,” kata Ons Untoro. (sol)