Perijinan Usaha Seharusnya Tak Perlu Ribet

120
FGD Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui Penyederhanaan Perijinan Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS) di Hotel Neo Awana, Kamis (13/9/2018).(w asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perkembangan dunia usaha semakin pesat saat ini. Namun seringkali pengusaha, baik di tingkat mikro maupun retail besar kesulitan dalam mengakses perijinan.

Padahal  pemerintah telah menurunkan Peraturan Pemerintah (PP). No. 24 Tahun 2018 tentang pelayanan Perizinan Berusaha terintegrasi secara elektronik. Namun regulasi tersebut belum bisa sepenuhnya mengatasi kesulitan pengurusan ijin usaha karena banyaknya jenis perijinan, persyaratan perijinan, waktu proses penerbitan perijinan yang membutuhkan waktu tak sebentar hingga biaya pengurusan perijinan.

“Perlu adanya penyederhanaan perijinan seperti penghapusan jenis ijin tertentu, penggabungan beberapa ijin, syarat dan prosedur hingga pemangkasan birokrasi,” ujar Suryadi,  dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan dalam  Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui Penyederhanaan Perijinan Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS) di Hotel Neo Awana, Kamis (13/9/2018).

Baca Juga :  Terinspirasi Koran Bernas, DPRD Gunungkidul Ke Purbalingga

Suryadi menyebutkan, perijinan bagi pengusaha sangatlah penting untuk legalitas dan kepastian hukum dalam berusaha. Legalitas tersebut jadi  perlindungan hukum bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya, termasuk bila terjadi persengketaan.

Bagi pemerintah pun, perijinan usaha penting untuk pemetaan dan perencanaan kegiatan pembangunan. Pemerintah pun bisa melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan secara otipmal pada dunia usaha.

“Karenanya perlu pemotongan birokrasi untuk perijinan, diantaranya penyederhanaan lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan ijin,” jelasnya.

Sementara Guntur Wahyu Anggoro, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY mengungkapkan, dunia usaha, termasuk toko swalayan perlu terus meningkatkan layanan. Diantaranya mengikuti perkembangan teknologi laiknya toko-toko online yang semakin marak saat ini.

“Agar tidak tergerus jaman, sebaiknya toko-toko biasa segera saja mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pengelolaan Keuangan Pemkab Sleman Semakin Bagus

Layanan Satu Pintu

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan (DPMP) Kota Yogyakarta dalam paparannya yang dibacakan  Sekretaris DPMP Kota Yogyakarta, Christy Dewayani mengungkapkan, dinas tersebut saat ini menyederhanakan perizinan dengan pelayanan Ijin Usaha Toko Swalayan (IUTS) secara on line. Pemohon cukup mengisi semua persyaratan dari rumah melalui aplikasi yang ada di laman DPMP Kota Yogyakarta.

“Selanjutnya pemohon tinggal mengambil surat ijin,” terangnya.

Christy menambahkan, untuk mewujudkan penyederhanaan perizinan IUTS di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pihaknya berharap ada kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dan semua stakeholder yang berkaitan dengan kegiatan usaha di kota Yogyakarta. Dengan demikian dapat mendukung iklim investasi dan percepatan berusaha di daerah.(yve)