UMKM Tulang Punggung Perekonomian ASEAN

167
Seminar dan Coaching Clinic Peningkatan Daya Saing UMKM Indonesia untuk Menembus Pasar ASEAN, Senin (04/12/2017), di Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — ​Perutusan Tetap RI (PTRI) ASEAN bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta menyelenggarakan Seminar dan Coaching Clinic dengan tema Peningkatan Daya Saing UMKM Indonesia untuk Menembus Pasar ASEAN.

Seminar yang berlangsung Senin (04/12/2017) di Ruang Auditorium Utama Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta itu, dibuka Rektor UII, Nandang Sutrisno Ph D, usai sambutan kunci oleh Pelaksana Tugas Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Duta Besar Chilman Arisman.

Adapun narasumber Staf Ahli Menlu Bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan, Direktur Perundingan ASEAN Kemendag, Donna Gultom, Anggota Tim Pokja KEIN/Anggota Tim Reformasi Birokrasi Kemenkop dan UKM, Pariaman Sinaga serta Pakar Pengembangan UMKM, Jaka Sriyana dari FE UII.

Pelaksana Tugas Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Duta Besar Chilman Arisman, menjelaskan stabillitas dan perdamaian ASEAN selama 50 tahun menjadi modal utama bagi pertumbuhan ekonomi.

Dia mengatakan, UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian ASEAN dengan sumbangan sekitar 90 persen dari total perekonomian ASEAN.

“Yogyakarta merupakan salah satu sentra UMKM yang menyumbang usaha startups terbesar dengan jumlah 115 startup digital di tahun 2017. Dengan demikian, wajar jika dikatakan UMKM menjadi katalis perekonomian ASEAN,” kata dia.

Pengamat dan Pakar UMKM FE UII Dr Jaka Sriyana SE MSi memaparkan strategi peningkatan daya saing UMKM melalui inovasi produk dan peningkatan kualitas agar mampu menembus pasar ekspor baru.

Dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor kunci, khususnya terkait kegiatan promosi untuk membantu membuka dan memperluas pasar melalui perjanjian G to G.

“Dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM bisa diwujudkan dengan mengembangkan mental wirausaha melalui berbagai sinergi yang bisa dilakukan oleh p;emerintah dan BUMN dengan berbagai perguruan tinggi,” ujarnya.

Seminar dilanjutkan Coaching Clinic yang juga menghadirkan narasumber pada sesi seminar dan wakil dari perbankan guna menjelaskan tata cara teknis, prosedur dan syarat mengekspor produk ke negara-negara di ASEAN, serta pengajuan pinjaman modal bagi para pelaku UMKM.

Kegiatan ini merupakan inisiatif PTRI ASEAN dan UII Yogyakarta guna mendorong penyebaran informasi dan diharapkan dapat memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM di Yogyakarta dan sekitarnya. (sol)