Perluas Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Rangkul GTT

134
KSPSI, BPJS Ketenagakerjaan dan media, menggelar acara mancing bersama, Minggu (30/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bantul, berusaha memperluas jangkauan kepesertaan. Salah satu yang akan dirangkul, adalah guru-guru tidak tetap (GTT) yang bertugas di Bantul.

Disela-sela acara Mancing Bareng Media dan Serikat Pekerja, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bantul, Unggul Syaflan mengatakan, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan amanat dari undang-undang. Artinya, kepesertaan ini bersifat wajib.

“Kami berupaya keras untuk terus memperluas jangkauan kepesertaan. Selain karena amanat undang-undang, kami ingin semakin banyak masyarakat yang terlindungi oleh jaminan sosial,” kata Unggul, Minggu 930/09/2018).

Potensi untuk memperluas jangkauan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bantul, kata Unggul masih terbuka luas. Jumlah yang wajib lapor tercatat sebanyak 45.000 tenaga kerja. Tapi jumla tenaga kerja yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif baru 23.000 dari 1.320 perusahaan.

Baca Juga :  Garis Polisi Terpasang di Lokasi Pabrik yang Cemari Sungai

Jumlah penduduk di Bantul sendiri mencapai sekitar 1 juta orang. Dari jumlah tersebut, yang sudah masuk DPT tercatat sekitar 600.000 orang.

“Melihat data ini, artinya masih sangat banyak masyarakat yang belum mendapatkan perlindungan sosial,” katanya.

Melihat data ini, BPJS Ketenagakerjaan, kata Unggul, akan terus mendorong perluasan kepesertaan. Terutama bagi warga yang masuk kategori Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri.

Para juara mancing berfoto bersama pejabat BPJS Ketenagakerjaan. (istimewa)

“Saat ini peserta dari BPU aktif baru 7.500 orang. Kami akan mendorongnya. Dengan demikian, apabila terjadi resiko-resiko terkait pekerjaan, tidak berpotensi menimbulkan kemiskinan baru, karena musibah yang mungkin saja menimpa tulang punggung keluarga,” katanya.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bantul, Ponijan mengharapkan, kalangan perusahaan peduli dan ikut mendukung program BPJS Ketenagakerjaan ini. Jaminan social, kata Ponijan, sangat penting untuk menciptakan kenyamanan para karyawan atau pekerja dalam bekerja.

Baca Juga :  50 Penderita Katarak Jalani Operasi Gratis

“Saya juga mengimbau kawan-kawan yang pekerja mandiri untuk ikut mendaftar menjadi peserta. Karena ini akan bermanfaat untuk kawan-kawan sendiri, manakala terjadi resiko dalam pekerjaan,” katanya.

Acara mancing bersama, kata Unggul, diharapkan dalam mendorong sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, Media dan KSPSI atau serikat pekerja. Sinergi ini amat penting, untuk mendukung program-program perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat.

“Sinergi semua pihak sangat diperlukan untuk keberhasilan program jaminan sosial. Bukan hanya BPJS Ketenagakerjaan, tapi juga serikat pekerja, pemilik atau pimpinan perusahaan serta pemerintah,” pungkas Unggul. (*/SM)