Benih Jagung Hibrida Makin Diminati

1040
Yuri Wibowo, Direktur PT Saprotan Benih Utama (kiri) dan Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia, Herry Kristanto memperlihatkan panen jagung hibrida, Jumat (22/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Perkembangan produksi jagung hibrida nampaknya akan semakin membaik. Saat ini permintaan jagung meningkat cukup signifikan.

Awal tahun 2016 misalnya, permintaan benih jagung hibrida area Jateng-DIY mencapai 400 ton. Jumlah itu meningkat sekitar 50 persen pada 2017.

“Diperkirakan hingga akhir tahun nanti ada permintaan sekitar 600 ton benih jagung hibrida Dekalb Monsanto,” ungkap Direktur PT Saprotan Benih Utama yang merupakan distributor benih jagung hibrida Dekalb Mosanto Indonesia, Yuri Wibowo, Jumat (22/09/2017).

Menurut Yuri, terdapat dua produk jagung hibrida unggulan saat ini, yakni Dekalb DK771 dan Dekalb DK959. Dekalb DK 771 merupakan produk benih jagung hibrida yang tahan terhadap serangan penyakit terutama Bulai Jagung.

Baca Juga :  Jogja pun Berlakukan 3 In 1

Dekalb DK771 cocok ditanam di lahan-lahan marjinal atau kurang subur. Usia panennya singkat dan produktivitas benih ini bisa mencapai diatas 11 ton per hektar,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk benih Dekalb DK959 dapat ditanam di lahan sawah bekas padi yang mempunyai sistem irigasi. Hasil produksi benih itu bisa mencapai 8-9 ton per hektar.

Ditambahkan Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia, Herry Kristanto, Dekalb Learning Center berupaya mengedukasi petani jagung untuk menerapkan pola pertanian teknologi tepat guna. Hal itu pentinga agar petani memaneh hasil semaksimal mungkin.

“Kami juga mengedukasi penerapan teknologi tepat guna di pertanian jagung,” tandasnya.(*/yve)