Permintaan Khusus Wabup untuk Jamaah Haji

50
Sri Muslimatun menghadiri acara Mangayubagyo Jamaah Haji 2018, Rabu (12/09/2018).(Nila Jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS—Pemerintah Kabupaten Sleman mangayubagyo atas selesainya rangkaian kegiatan Ibadah Haji tahun 2018, Rabu (12/09/2018), di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Sebanyak 1.207 jamaah Kabupaten Sleman turut menghadiri acara tersebut.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun  mengajak untuk senantiasa meningkatkan ibadah masing-masing. Dia menuturkan bahwa dengan selesainya ibadah haji bukan berarti tugas dan kewajiban para jamaah haji selesai. Sebaliknya, dengan predikat haji, jamaah harus mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

“Tanpa keteladanan, akan sulit membuat perubahan yang positif di tengah masyarakat,” kata Sri Muslimatun.

Wabup juga mengimbau para jamaah haji untuk tidak meng-ekslusifkan diri dengan hanya bersosialisasi dengan sesama jamaah. Dia berharap para jamaah haji bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  Catat, Retribusi Pelayanan Pasar Naik

Dengan demikian, mereka dapat membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat.

“Jangan lupa juga ceritakan pengalaman menarik selama berhaji. Ini bukan riya’ ya. Tapi ini agar masyarakat juga termotivasi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini,” imbuh Sri Muslimatun.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Sya’ban Nuroni menjelaskan bahwa jumlah jamaah haji Kabupaten Sleman  terbanyak di DIY. Pada tahun 2018 ini ada 1.210 jamaah yang berangkat haji. Namun saat kepulangan jumlah jamaah menjadi 1.207 orang.

“Ada 2 jamaah yang meninggal di Mekah, dan satu jamaah masih sakit dan sedang dirawat di sana,” jelasnya.

Jamaah haji asal Kabupaten Sleman yang meninggal dunia di Mekah adalah Suyatmin Siswo Taruno dari Kecamatan Godean dan Paimin Harjo Prawiro dari Kecamatan Prambanan. Sedangkan jamaah haji yang sedang dalam perawatan di Rumah Sakit An Nur Mekah adalah Siti Maryam dari Kecamatan Seyegan. (SM)

Baca Juga :  KPU dan Bawaslu Jaga Marwah Pilkada