Pernikahan Sesama Jenis di Purworejo Digagalkan

4304
Calon Pengantin Pria (kanan), saat diperiksa petugas kepolisian di KUA Gebang, Senin (04/09/2017) siang. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pernikahan sejenis hampir saja terjadi di Desa Sidoleren Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo. Rencana pernikahan antara Wilis Setyowati (27) dan seorang yang mengaku pria bernama Pratama L Juliyanto (26) asal Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Jabar, yang akan dilangsungkan 5 September 2017, harus gagal.

Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gebang berhasil menggagalkan pernikahan palsu tersebut. Ternyata calon pengantin pria diketahui adalah seorang yang berjenis kelamin wanita.

“Kecurigaan kami berawal saat beberapa warga Desa Sidoleren menyampaikan ketidakyakinan mereka tentang status kelamin calon pengantin pria,”ucap Kepala KUA Gebang, Achmad Dahri di kantornya, Senin (04/09/2017) siang.

Dahri kemudian mencoba menanyakan langsung kepada calon pengantin pria itu.

“Mas, sampeyan ini sebenarnya laki-laki atau perempuan?,” sergah Dahri sambil menepuk bahu Pratama.

Keanehan dirasakan sejumlah petugas KUA, karena Pratama memilih menangis sesenggukan dan tidak menjawab pertanyaan Dahri.

“Saya makin curiga, kemudian diam-diam saya menghubungi polisi dan pihak Puskesmas agar datang untuk memastikan jenis kelamin calon pengantin pria itu,” imbuh Dahri.

Sementara itu, Sudiarto, Kepala Puskesmas Gebang menerangkan pihaknya langsung datang ke KUA setelah mendapatkan informasi adanya pria yang diduga wanita yang akan mendaftarkan pernikahan.

“Saya langsung datang dengan mengajak seorang dokter dan perawat. Sampai di KUA, saya minta petugas untuk menyiapkan satu ruang untuk memeriksa orang itu,” terang Sudiarto, saat ditemui Koran Bernas di kantornya.

Diceritakan, pada awalnya Pratama diperiksa pada bagian leher depannya.

“Pemeriksaan awal sudah nampak dia itu seorang wanita. Sebab lehernya tidak tampak menonjol pada biji jakunnya. Kedua kami curiga suara yang dikeluarkan persis seperti suara wanita,” bebernya.

Pratama pagi itu datang ke KUA dengan gaya rambut cepak seperi seorang pria dan mengenakan jaket dan baju dobel sehingga secara fisik berhasil mengelabuhi orang-orang yang ikut dalam rombongan pengantar serta sejumlah petugas.

Niat Pratama menyembunyikan identitas diri, benar-benar gagal, setelah dokter Puskesmas setempat meminta melakukan cek fisik.

“Setelah dokter membuka bajunya, ternyata dia memiliki payudara,”ungkap Sudiarto.

Mendengar kabar bahwa calon suaminya adalah seorang wanita, mendadak Wilis, si calon pengantin wanita asal Desa Sidoleren RT 04 RW 02 itu, menangis dan histeris di dalam KUA.

Polisi langsung mengamankan calon pengantin pria yang bernama asli Nova Apriyani tersebut ke Polres Purworejo.(Sm)