Perpustakaan Sekolah Ini Bikin Betah Serasa di Kafe

761
Suasana nyaman perpustakaan  SMKN 1 Sewon yang membuat betah siswa belajar dan membaca beragam buku pengetahuan. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perpustakaan didesain ala kafe apakah ada? Tentu saja ada.  Lihatlah perpustakaan milik SMKN 1 Sewon di Dusun Pulutan Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon Bantul.

Saat memasuki ruang perpustakaan akan terlihat  warna warni cerah eternit seperti merah, hijau dan kuning yang menghias sudut-sudut  ruang  perpustakaan tersebut.

Tembok dicat pulih bersih. Lantai pun terjaga kebersihannya. Di sisi  lain tampak rak-rak buku dijajar teratur menampung ribuan koleksi buku pelajaran ataupun buku umum.

“Perpustakaan ini kami desain menarik agar siswa betah membaca di sini, sehingga mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kegemaran membaca buku,” kata Dra Suwantini MPar, Wakasek Bidang Humas SMKN 1 Sewon kepada koranbernas.id, Senin (12/02/2018).

Baca Juga :  Interdisiplinaritas Antarilmu Tingkatkan Pluralisme

Tidak cukup sampai di situ, agar semakin nyaman, ruangan juga dipasang alat pendingin  udara alias AC.

“Sebenarnya perpustakaan ini sudah lama berdiri. Tetapi untuk desain yang segar dan juga penambahan fasilitas belum lama kita lakukan,” katanya.

Semua itu selain untuk kepentingan siswa dan warga sekolah, juga dalam rangka  mendukung keberadaan SMKN 1 Sewon sebagai sekolah sehat.

Sekolah tersebut meraih juara tingkat DIY dan maju ke tingkat nasional Juli mendatang.

“Kami ingin semua sudut sekolah ditata dengan baik, dan juga dijaga kebersihannya. Tentu tidak luput adalah bagian perpustakaan,” katanya.

Halaman sekolah juga terlihat hijau aneka tanaman. Baik tanaman bunga, sayur-sayuran hingga toga. Segala penjuru sekolah didesain dan ditata agar  memberikan  rasa nyaman bagi siswa yang sedang menuntut ilmu.

Baca Juga :  Tim Juri Langsung Tinjau Kantin

“Selain sarana dan prasarana, tentu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga kita biasakan, agar menjadi kebiasaan tidak hanya di lingkungan sekolah namun terbawa di lingkungan tempat tinggalnya,” kata Suwantini.

Dia berharap para siswa akan mengajarkan ilmunya ke masyarakat  di sekitarnya. (sol)