Persediaan Pangan di Gunungkidul Aman hingga Enam Bulan Kedepan

247
Petani Desa Karangasem Kecamatan Paliyan menjemur gaplek yang merupakan salah satu alternatif cadangan pangan. (st. aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Meski hingga kini musim kemarau masih melanda, , namun secara umum stok pangan bagi masyarakat Gunungkidul, dinilai masih aman.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Fajar Ridwan mengatakan, secara umum dampak musim kemarau tidak begitu berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan. “Kami menghitung dengan tiga parameter. Mulai dari stok, distribusi akses dan konsumsi,” kata Fajar Ridwan, Senin (02/10/2017).

Untuk distribusi akses, pangan masih dapat dijangkau masyarakat baik dari sisi lokasi, daya beli maupun konsumsi.

“Dari sisi ketersediaan, menurutnya juga belum menjadi masalah. Diasumsikan data produksi beras padi tahun 2016, stok mencapai 290.000 ton. Kalau dikonversi ke beras sekitar 180-an ribu ton. Sementara konsumsi perkapita pertahun 83 kilogram pertahun,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga Desa Wero Curhat di Balai Wartawan

Berdasarkan perhitungan, selama 1 tahun kebutuhan pangan mencapai 75.000 ton. Sementara stok ada 290.000 ton. “Jadi aman hingga enam bulan ke depan,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, saat musim kemarau petani masih panen ketela yang dikeringkan menjadi gaplek. “Gaplek juga menjadi alternatif pangan. Meskipun secara umum produski gaplek tahun ini turun, namun kalau hanya untuk konsumsi masyarakat sendiri, sudah sangat mencukupi,” tuturnya. (SM)