Persembahan untuk Gereja Bedog: Dua Patung Itu Hasil Patungan

3823

KORANBERNAS.ID – Lelaki setengah baya itu terkejut bukan kepalang. Namanya tiba-tiba kondhang di berbagai grup WA. Dari grup ke grup. Lalu menjalar ke facebook dan media sosial lain. Inti beritanya, pematung dari Ganjuran, Bantul menyumbang patung Yesus dan Bunda Maria ke Gereja Santa Lidwina, Stasi Bedog. Dua patung di gereja itu dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab. Berkat berlimpah untuk Pak Bagong dari Ganjuran.

Peristiwa itu terjadi Kamis lalu (15/2/18), setelah ia menyerahkan dua patung buatannya kepada pengurus Gereja Santa Lidwina. Layaknya serah terima barang, Bagong Patung yang bernama asli Fransiskus Assisi Tri Atmojo meminta sopir memotretnya di dalam gereja, di samping dua patung serta seorang pengurus gereja.

Foto itu lalu ia kirimkan ke grup keluarga. Juga kepada Yoyok, sahabat karibnya. Tidak lama kemudian, FA Tri Atmojo menerima banyak telepon dan pesan WA.
“Saya isin. Nggak nyangka, kok jadi ke mana-mana. Tapi, ya sudahlah. Sudah terlanjur,” ujarnya kepada koranbernas.id, Minggu (18/2/18). Ia buru-buru menambahkan, dua patung yang ia serahkan itu hasil patungan tiga orang termasuk dirinya. Dua orang lainnya, ia sebut Boss dari Surabaya yang sudah sering nyumbang ke mana-mana. Dua orang itu, kata Bagong, tidak ingin namanya disebut. “Mereka pelanggan saya,” tutur Bagong.

Ketika beritanya menjadi viral, Tri Atmojo langsung menelepon dua Boss itu dan menceritakan kejadiannya, agar semua menjadi jelas.

Tanpa Rencana

Tri Atmojo menuturkan, keinginan menyumbangkan dua patung itu sebenarnya hanya reaksi spontan, ketika Minggu siang (11/2/18) ia melihat siaran televisi yang memberitakan teror di Gereja Santa Lidwina, Stasi Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman. Tayangan televisi itu menunjukkan patung Yesus dan Bunda Maria rusak akibat ditebas pedang.

Pada saat patung yang rusak itu di-shoot lebih dekat, ia merasa patung yang rusak itu seperti buatannya. “Makanya, saya spontan ingin menggantinya. Lalu saya teringat dua Boss saya di Surabaya. Keduanya juga spontan sepakat mau membantu,” ujar ayah dari dua anak itu.

Patung Yesus dan Bunda Maria ukuran tinggi 180 cm, kebetulan memang tersedia stock di studio produksinya. Dua patung itu baru selesai dibuat sekitar dua minggu sebelumnya. “Ukuran 180 memang standar untuk gereja. Sedang yang dirusak kemarin ukuran untuk kapel, 130,” kata Bagong yang sempat kuliah di ISI Yogya Jurusan Kriya walau tidak selesai.

Dua patung seharga Rp 15 juta itu dikirim ke Gereja Santa Lidwina hari Rabu dan Kamis, karena tidak bisa sekali jalan.

Bagong yang banyak membuat patung-patung gereja sering mengirimkan hasil karyanya ke berbagai daerah. Gambar di atas, kiriman untuk Flores, NTT. (Foto: Dokumen Pribadi)

FA Tri Atmojo yang lebih dikenal dengan nama Bagong Patung, memulai usaha pembuatan patung sejak 1994. Namun, baru tahun 2000 dia lebih serius. Bagong banyak menerima pesanan pembuatan patung-patung untuk gereja, sekalipun juga kadang membuat patung-patung pahlawan. Pelanggannya tersebar se Indonesia, mulai dari Sabang sampai Papua. (iry)