Pertahankan Predikat Yogyakarta Kota Batik Dunia

181
Gebyar Batik Sleman 2018 dibuka Ketua Dekranasda DIY GKR Hemas, Jumat (24/8/2018) sore, di Pawon Semar Hotel Alana Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY, GKR Hemas, membuka perhelatan Gebyar Batik Sleman 2018 yang berlangsung di Pawon Semar Hotel Alana Sleman, Jumat (24/08/2018) sore.

Dia didampingi Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman.

Gebyar Batik Sleman 2018 diselenggarakan untuk mendukung pelaksanaan Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018, sebagai upaya mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia (World Batik City), setelah memenuhi tujuh kriteria yang ditetapkan World Craft Council (WCC).

Event bertema Innovation for Sustainable Future yang berlangsung 24-26 Agustus 2018 itu dimeriahkan bazar dan pameran batik, fashion show, workshop ayo membatik maupun talkshow.

GKR Hemas  mengatakan, predikat Kota Batik Dunia diraih karena kegigihan Yogyakarta mempertahankan batik-batik yang tetap mengacu pada tradisi.

Baca Juga :  Butet dan Landung Siap Tampil di Tembi Rumah Budaya

Faktor lain yang dinilai, Yogyakarta memiliki Balai Batik. Selain itu, juga adanya pembelajaran batik di sekolah-sekolah guna menjaga keberlangsungan tradisi membatik.

GKR Hemas berharap Yogyakarta mampu mempertahankan  predikat Kota Batik Dunia yang akan kembali dinilai oleh WCC pada Oktober 2018.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menegaskan komitmennya mendorong perkembangan batik di kabupaten tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2015 tentang Tata Kelola Batik Sleman.

“Melalui Perbup ini hasil karya batik Sleman memiliki payung hukum dan perlindungan, sebagai upaya kami menjaga orisinalitas batik Sleman,” kata Sri Purnomo.

Dalam rangka memotivasi para perajin batik menggunakan pewarna alam, Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dekranasda aktif memberikan ruang bagi perajin melalui pelaksanaan lomba batik warna alam.

Baca Juga :  Hindari Penipuan, Disnaker Perketat Izin Lembaga Pelatihan Kerja

“Melalui corak batik juga mampu menjaga kelestarian alam Sleman itu sendiri, mulai beralih ke bahan-bahan yang ramah lingkungan,” kata Sri Purnomo seraya berharap batik di Sleman makin menggeliat.

Pada acara pembukaan para tamu undangan disuguhi Tari Parijata Sinangling oleh Sanggar Tari Kembang Sakura binaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman serta fashion show finalis lomba desain busana Sleman. (sol)