Pertama di Jateng, Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga Kebumen

784

KORANBERNAS.ID–Program pelayanan kesehatan gratis di 10 puskesmas dan 2 rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kabupaten Kebumen, Rabu (27/09/2017) diluncurkan  Bupati Kebumen HM Yahya Fuad. Peluncuran   program yang baru pertama kalinya di Jawa Tengah, dipusatkan di Puskesmas Pejagoan. Anggaran program ini mencapai Rp 4 miliar untuk 3 bulan ke depan.

Program ini diproyeksikan mengcover 350.000 warga. Mereka adalah warga yang tidak masuk dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan  Nasional (JKN) peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Saat berobat mereka cukup menunjukan e KTP dengan domisili Kebumen.

HM Yahya Fuad mengatakan, program yang mengadopsi program sejenis dari Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, diharapkan akan memberikan ketenangan bagi masyarakat di Kabupaten Kebumen yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Dengan program ini, warga diharapkan tidak khawatir lagi dengan kebutuhan biaya saat mereka harus berobat ke puskesmas  atau rumah sakit rujukan.

“Di Jateng program ini baru pertama kali. Dan itu ada di Kebumen,”kata HM Yahya Fuad.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Y Rini Kristiani MKes kepada koranbernas.id menegaskan, program ini tidak diperuntukan bagi peserta JKN/pesertaa BPJS Kesehatan. Program ini, tidak melayani peserta BPJS Kesehatan mandiri yang menunggak iuran. Jika diketahui mereka  tidak jujur, sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri, penunggak iuran, pasien bersangkutan dipungut biaya sesuai dengan ketentuan retribusi di puskesmas atau rumah sakit rujukan.

“Hingga sekarang ada 950.515 orang tercatat peserta BPJS Kesehatan atau 70,59 persen, dari jumlah penduduk di Kebumen,”kata Rini Kristiani. Sehingga ada 29,41 persen  penduduk Kebumen akan tercover program ini.

Secara bertahap, mereka yang benar-benar tidak mampu dan masuk dalam Basis Data Terpadu di Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kebumen, termasuk penduduk miskin, dimasukkan peserta Jamkesda yang dintegrasikan dalam program JKN. Bagi yang mampu, diupayakan menjadi peserta BPJS Kesehatan  mandiri. Sehingga,  target total coverage Insurance Health tahun 2019 bisa tercapai. (SM)