Pertamina Siapkan Tambahan BBM 10 Persen

55
Muslim Dharmawan bersama sejumlah kolega dari Pertamina MOR IV memberikan penjelasan terkait persiapan Idul Fitri 1439 H. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Sebagai persiapan menghadapi Idul Fitri 1439 H, Pertamina MOR IV, menyiapkan tambahan stok premium dan perta series sebesar 10 persen. Sedangkan suplai untuk LPG 3 kilogram, akan ditambah rata-rata 5 persen dari konsumsi harian.

Senior Spv Communication Pertamina MOR IV Muslim Dharmawan mengatakan, penambahan akan dilakukan dalam rentang 15 hari sebelum dan 15 hari sesudah Idul Fitri.

Penambahan ini, diukur dari prediksi jumlah kendaraan selama arus mudk dan balik, yang diprediksi akan naik sebesar 30 persen.

“Penambahan suplai ini sudah jauh lebih banyak dibandingkan kenaikan suplai pada edisi Idul Fitri tahun lalu yang hanya 5 persen untuk BBM,” kata Muslim, kepada awak media, Jumat (11/04.2018) malam.

Dikatakan, dengan kenaikan 10 persen ini, maka suplai premium dan perta series di di wilayah MOR IV naik dari 1.805 KL menjadi 1.986 KL.

Kemudian untuk solar diprediksi malah akan turun sebesar 12 persen. Hal ini, karean seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah akan mengeluarkan larangan bagi angkutan besar beroperasi mulai 13 Juni mendatang.

Baca Juga :  LASO SAPI untuk Masyarakat Miskin dan Rentan Miskin

“Karena kebijakan ini, praktis konsumsi solar subsidi akan turun sebesar 12 persen. Dari 406 KL menjadi hanya 358 KL,” kata Muslim.

Terkait LPG, penambahan sebesar 5 persen dari rata-rata harian, menurut Unit Manager Communication Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, diperkirakan sudah akan mencukupi dan mampu mengantisipasi kenaikan pemakaian konsumen menjelang Idul Fitri.

Dengan tambahan 5 persen, artinya suplai LPG di wilayah DIY saja akan naik dari rata-rata 3.104.889 tabung menjadi 3.260.667 tabung.

Perinciannya adalah :

DIY        : 2.926.333 menjadi 3.049.586 tabung

Kodya      : 580.893 menjadi 604.129 tabung.

Bantul     : 756.506 menjadi 786.766 tabung

GK          : 310.013 menjadi 328.614 tabung

Sleman   : 987.040 menjadi 1. 026.521 tabung

KP          : 291.880 menjadi 303.555 tabung.

Selain itu, untuk strategi menghadapi arus mudik dan balik 2018, Pertamina juga melakukan sejumlah persiapan. Diantaranya menyiapkan SPBU kantong, mobile dispencer, serta mengaktifkan portable tank operation (PTO), untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Dengan PTO ini, pemudik yang kehabisan bahan bakar akan dilayani Pertamina dengan mengerahkan armada motor pembawa bahan bakar.

Baca Juga :  Jelang Natal, Harga Kebutuhan Pokok Stabil

‘Tapi khusus untuk produk pertamax,” terangnya.

Gunakan EDC

Program baru yang dilakukan Pertamina MOR IV dalam rangka lemyambut Idul Fitri tahun ini, adalah dioperasikannya EDC di kios-kios  BBM yang dioperasikan di ruas-ruas jalan tol yang belum memiliki SPBU.

Pertamina akan mengoperasikan 20 kios di ruas tol sepanjang 219,51 kilometer dari mulai Pemasalng hingga menjelang Kertosono.

Bekerjasama dengan BRI, pengoperasian EDC ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pelayanan kepada pemudik yang membeli bahan bakar di kios. Selain itu, juga menjadi upaya untuk menekan resiko peredaran uang palsu.

“Tahun lalu, memang cukup banyak penemuan upal. Khususnya di kios-kios kita yang ada di antara Tol Pemalang hingga Grinsing. Karena selain kemacetan, kondisi malam hari kurang penerangan dan petugas kita sudah lelah, maka kita kewalahan untuk memeriksa setiap uang yang disodorkan masyarakat. Dengan EDC, maka kemungkinan itu bisa diminimalisir,” kata Muslim. (SM)