Pertandingan Bola Diwarnai Hujan Batu

Enam Orang Dirawat Akibat Bentrokan Antarsuporter yang Berlangsung Lima Jam

1782
Petugas keamanan memisahkan suporter yang terlibat bentrok di kawasan Stadion Sultan Agung Bantul. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pertandingan derby DIY antara PSIM Kota Jogja dan PSS Sleman dalam lanjutan Liga 2 diwarnai aksi kerusuhan antarsuporter di seputar Stadion Sultan Agung (SSA), Kamis (26/07/2018).

Bentrok terjadi selepas Dhuhur hingga sore hari, maupun saat di dalam stadion berlangsung pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSIM.

Dari pantauan koranbernas.id dalam bentrok antarsuporter tersebut terjadi aksi saling lempar batu. Bahkan ada yang seukuran kelapa muda.

Polisi yang berada di lokasi bersama aparat TNI serta keamanan stadion berulang kali berupaya memisah keduanya namun hujan batu terus berlangsung.

Petugas akhirnya membubarkan massa dengan tembakan gas air mata hingga massa mundur dan sebagian membubarkan diri. Kerusuhan berlangsung lebih dari lima jam.

Baca Juga :  Gemuruh Sampai Kota, Status Merapi Waspada

“Situasi saat ini sudah aman terkendali,” kata Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK di lokasi, petang ini.

Untuk pengamanan pihaknya menerjunkan 250 personel kepolisian dari Polres Bantul ditambah unsur Brimob Sentolo, Brimob Gondowulung dan jajaran Polda jumlahnya mencapai 1.000 orang lebih.

Akibat bentrok tersebut sebanyak enam suporter mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RS Nur Hidayah. “Ada enam orang yang saat ini dirawat,” kata humas RS NH, Kuncoro kepada koranbernas.id.

Mereka yang dilarikan ke RS Nur Hidayah adalah lanang (15), Toni (18), Yudianto  (14), Galih (18), Hendra  (20) yang harus menjalani rawat inap dan Faizal. (sol)