Pertumbuhan Penduduk Harus Dikontrol

178
Sebagian peserta Seminar Kependudukan Dunia, Kamis (26/07/2018), di Imperial Ball Room The Rich Jogja Hotel. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Laju pertambahan penduduk yang tidak terkontrol akan menimbulkan berbagai masalah sosial. Di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, kejahatan,  masalah pangan, ketersediaan pekerjaan maupun perumahan. Oleh karenanya perlu penguatan bidang Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di masyarakat.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ir Gatot Saptadi dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY sesaat sebelum membuka Seminar Kependudukan Dunia Kamis (26/07/2018),  di Imperial Ball Room The Rich Jogja Hotel.

Dia mengingatkan, sejarah membuktikan program KB sejak 1970 sampai 1997 mampu memberikan kontribusi menurunkan angka kelahiran dari 5,6 menjadi 2,8. Ini merupakan contoh kemitraan lintas sektor yang harus diteruskan.

Kepala Kantor Perwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM menegaskan, seminar ini tidak hanya mengevaluasi isu-isu kependudukan tahun 2017 tetapi juga mendalami dan menganalisas kendala dan permasalahan yang berkaitan dengan isu-isu kependudukan.

Dengan begitu, diperoleh solusi strategis yang bisa dijadikan bahan pengambilan keputusan bagi para stakeholder di berbagai tingkatan dalam rangka percepatan dan penyelesaian masalah.

“Sehingga dapat berkontribusi positif terhadap program-program pembangunan DIY. Diakui, meski sudah banyak keberhasilan yang dicapai DIY, namun di lapangan masih dihadapi berbagai kendala,” ungkapnya.

Kendala itu di antaranya masalah kemiskinan yang masih tinggi dan upaya menurunkan lagi angka fertilitas. Meski masih di bawah angka nasional, DIY pernah mencatat angka 1,7 berdasarkan Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, yang angkanya naik menjadi 2,2.

Masalah lain yang perlu memperoleh perhatian adalah penanganan remaja, lansia yang angkanya semakin bertambah. Oleh karenanya BKKBN menjalin kemitraan terkait untuk mencari solusinya.

DIY, lanjut dia, meraih prestasi berbagai lomba dalam peringatan Hari Keluarga tingkat nasional. Sebagai provinsi kecil, DIY berhasil mengalahkan provinsi-provinsi besar di Jawa.

Sebagai upaya meningkatkan keberhasilan pembangunan KKBPK, di DIY telah terbentuk 83 Kampung KB mencakup semua kecamatan. Tahun ini direncanakan dibentuk lagi 83 dan ke depannya bisa terbentuk di setiap desa.

Seminar diikuti 150 peserta dari berbagai elemen kemitraan di samping dari unsur BKKBN sendiri termasuk para petugas lapangan KB.

Tampil tiga pembicara terdiri Ir Ambar Rahayu MNS (Widyaswara Ahli Utama LAN), Kepala PSKK UGM Dr Agus Haruanta Hadna MSi serta Kepala Bappeda DIY Drs Tavip Agus Rayanto Msi, yang datang diwakilkan.

Kegiatan memperingati Hari  Kependudukan Sedunia ini digelar berkat kerja sama antara BKKBN DIY, Pusat Studi Kependudukan dan Kawasan UGM, Koalisi Kependudukan serta IPADI sebagai wadah ahli demografi. (sol)