Pesan Kiai Asyhari, Calon Haji Harus Fokus

323
Kiai Haji Asyhari Abta menyampaikan materi pembekalan bagi calon jamah haji. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pembimbing ibadah haji kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) Ar Rahmah DIY, Drs KH Asyhari Abta MPdI, berpesan agar seluruh calon jamaah haji fokus pada tujuan ibadah haji.

Yakni, melaksanakan rukun Islam ke-lima sesuai rukun, wajib dan sunnah haji. Kesiapan itu harus dilakukan sejak sebelum berangkat, selama di tanah suci dan sekembalinya di tanah air kelak, sehingga benar-benar mampu meraih predikat haji mabrur dengan balasan surga.

Hal itu disampaikannya pada pemantapan calon haji yang tergabung dalam KBIH Ar Rahmah, Minggu (06/05/2018) di Sekretariat KBIH Ar Rahmah, kompleks Masjid Al Jauhari Kleben Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman.

“Selama di tanah suci harus banyak-banyak mengisi waktu dengan ibadah. Sehingga betul-betul menjadi perjalanan rohani guna mewujudkan manusia yang benar-benar bertakwa,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Manfaatkan "Pasrah" BPJS Ketenagakerjaan  

Pada kesempatan itu dia juga mengingatkan pentingnya pembimbing mengawal dan melayani kepentingan ibadah jamaah secara maksimal.

“Jumlah calon jamaah haji yang tidak terlalu banyak justru akan memudahkan pelayanan. Sekaligus akan menguntungkan bagi jamaah sendiri,” kata H Abdullah Abta. Pada musim haji tahun 2018 ini KBIH Ar Rahmah akan memberangkatkan 34 calon jamaah haji.

Pemantapan bagi para  calon jamaah haji ini sekaligus merupakan evaluasi pelaksanaan rangkaian manasik haji yang sudah dilakukan selama ini secara klasikal maupun praktik.

Dengan manasik haji yang cukup panjang ini diharapkan para calon jamaah haji mendapat bekal cukup sehingga mengetahui rangkaian ibadah yang harus dilakukan selama di tanah suci.

Baca Juga :  Hidup Sehat Lahirkan Generasi Berkualitas

Acara pemantapan dihadiri jajaran pengurus. Perlu diketahui, masjid Al Jauhari dibangun bertahap oleh jamaah haji KBIH Ar Rahmah. Selain bangunannya cukup megah dengan halaman luas, masjid itu juga banyak digunakan masyarakat setempat maupun para musafir untuk ibadah salat atau istirahat.

Di kompleks masjid yang tanahnya merupakan wakaf dari almarhum H Jauhari tersebut juga sudah berdiri pondok pesantren bagi yatim piatu dengan berbagai jenjang pendidikan. (sol)