Peserta Jelajah Wisata Wajib Pungut Sampah

478
Peserta  Jelajah Wisata 2017,  Minggu (10/09/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id).

KORANBERNAS.ID – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Minggu (10/09/2017), menyelenggarakan kegiatan Jelajah Wisata. Acara ini dipusatkan di Lapangan Tritis Turgo Purwobinangun Pakem.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI saat mengikuti kegiatan tracking, menyambut baik terselenggaranya acara tersebut. Jelajah wisata merupakan kegiatan sangat positif, karena event pengenalan wisata Sleman dikemas dalam bentuk olahraga.

“Selain menyehatkan,  kegiatan ini juga dapat mengenalkan potensi wisata Sleman khususnya lereng Merapi dengan segala pesona keindahannya,” kata Sri Purnomo.

Dia mengapresiasi inisiatif panitia penyelenggara yang mengharuskan peserta memungut sampah di jalur tracking.  Ini salah satu langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Dia juga berharap event Jelajah Wisata ke depan dapat terus diselenggarakan dengan lebih banyak melibatkan berbagai sektor pendukung pariwisata.

Jelajah Wisata 2017 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman di Lapangan Tritis Turgo Desa Purwobinangun Pakem berlangsung semarak. Lebih dari 1.000 peserta mengikuti kegiatan sport tourism tersebut.

Pada kegiatan bertema Pesona Flora Lereng Merapi ini para peserta dimanjakan keindahan flora seperti Anggrek vanda Tricolor, Dendroblum Mutabile dan aneka jenis bambu yang tumbuh di selatan lereng Merapi.

Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Hj  Sudarningsih MSi menjelaskan, peserta menempuh jarak kurang lebih 7 km menyusuri jalan setapak, sungai, perkampungan dan sebagian area Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
“Ada lima pos yang dilewati peserta.  Start dari Lapangan Tritis, Sungai Boyong, Dusun Turgo, TNGM  dan finish kembali di Lapangan Tritis,”  kata Sudarningsih.

Peserta diwajibkan memungut sampah kertas dan plastik di sepanjang jalur tracking yang kemudian dikumpulkan dalam kantong plastik. “Kegiatan ini diharapkan dapat menggairahkan sektor wisata di Kabupaten Sleman khususnya desa wisata dan TNGM yang berada di selatan lereng Merapi,” tambahnya. (bid jalasutra)