Peserta Pacuan Kuda Kepang Wajib Tebar Pesona

342
Peserta beraksi dalam Lomba Pacuan Kuda Kepang yang dilaksanakan Minggu (06/05/2018) di lapangan Desa Wisata Gamplong Sumberahayu Moyudan. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Sri Purnomo mengibaskan pecut menandai dimulainya Lomba Pacuan Kuda Kepang yang dilaksanakan Minggu (06/05/2018) di lapangan desa Wisata Gamplong Sumberahayu Moyudan.

Sebelumnya  Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis kuda kepang kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Agung Armawanta selaku penyelenggara lomba selanjutnya diserahkan kepada juri.

Lomba yang baru pertama kali dilakukan ini, menurut Agung, merupakan inovasi baru yang digagasnya mengingat banyaknya kesenian jathilan di kabupaten ini, namun hanya sebatas pada pertunjukan seni saja.

Ternyata dalam kesenian kuda kepang ini ada sesuatu yang bisa digarap yakni dari segi olahraga tanpa meninggalkan unsur seninya.

Lomba dilaksanakan secara beregu dan perorangan. Untuk beregu satu kuda dinaiki oleh tiga orang dengan jarak tempuh 45 meter. Sepuluh meter pertama, semua peserta wajib melakukan “tebar pesona” dengan menari layaknya pada pentas jatilan.

Selanjutnya pada sepuluh meter kedua, ada tali yang melintang sehingga peserta harus menunduk atau dengan variasi lain, agar tidak menyangkut tali.

Kemudian 15 meter selanjutnya ada tiga halang rintang setinggi 20 senti yang harus dilompati peserta. Dan sepuluh meter terakhir peserta boleh berlari sampai garis finish.

Sri Purnomo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kreasi baru yang dilakukan dinas Pemuda dan Olahraga Sleman dalam acara pacuan kuda kepang.

Olahraga ini memadukan kreasi olah raga dan seni sehingga diharapkan menjadi olahraga baru yang digemari, dikenal dan berkembang di Sleman.  (sol)