Pesona Alam Yogyakarta

293

Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta semakin melimpah-ruah. Selain Malioboro dan obyek-obyek wisata di kota Yogyakarta, akhir-akhir ini tujuan wisata merambah ke obyek-obyek wisata alam. Pantai-pantai sepanjang laut selatan, bukit Breksi, bukit Mangunan, Kaliurang, lereng Merapi, goa Pindul, dan sebagainya, menjadi amat seksi. Sungguh amat banyak untuk disebut satu-persatu. Di sana, wisatawan bergembira-ria, melepaskan diri dari kejenuhan dan rutinitas pekerjaan, sembari foto selfi untuk mengabadikan kebersatuannya dengan keindahan alam setempat.

Pesona alam Yogyakarta memang luar-biasa. Alam merupakan bagian dari bumi. Dalam perspektif religius, alam diciptakan Allah SWT, dan dimudahkan oleh-Nya dihuni manusia. Betapa pun bumi itu bulat, namun manusia ke mana pun berkelana, didapatkannya hamparan-hamparan luas dengan berbagai bentuk nan indah. Di mana pun manusia berwisata, atau bertempat-tinggal, di situ tersedia sumber makanan atau rezeki. Kata “dzalulan” dalam QS: al-Mulk (67) dapat dimaknakan bahwa alam, ibarat binatang (sapi perahan), setiap saat rela dijinakkan dan dimudahkan, diperas susunya untuk dimanfaatkan manusia.

Pesona alam Yogyakarta sangat indah. Keindahannya terhubung dengan peredaran bumi mengelilingi matahari. Dari peredaran yang tertib dan teratur, didapatkan siang dan malam, pagi dan sore. Wisatawan begitu mudah menjemput matahari di pagi hari, dan dimanja untuk mengantarkannya tenggelam di ufuk barat dengan mendaki bukit-bukit atau berdiri di pantai. Tempat-tempat wisata, seperti: bukit Breksi, bukit Mangunan, candi Boko, lereng Merapi, pantai Parangtritis, dan sebagainya, amat bersahabat, dan siap melayani wisatawan untuk mengagumi indahnya alam dan keagungan Tuhan.

Pesona alam Yogyakarta amat menyehatkan. Letaknya di daerah tropis, menjadikan matahari mampu menerangi sepanjang waktu. Sejuk di pagi hari, agak terik di siang hari, dan kembali sejuk di sore hari. Obyek wisata alam Yogyakarta amat produktif menyediakan udara segar yang mengandung sekitar 21 persen oksigen, 78 persen nitrogen, dan karbondioksida sekitar tiga bagian dari sepuluh ribu unsur lainnya. Obyek wisata alam Yogyakarta senantiasa sehat dan menyehatkan.

Pesona alam Yogyakarta memang amat indah. Gunung Merapi dan bukit-bukit diciptakan dan diletakkan di wilayah Yogyakarta, selain untuk memperkokoh agar perputaran bumi tidak oleng, ternyata memiliki nilai tambah, berupa keindahan. Pesona Kaliurang, bekas lahar di Kaliadem, the lost world castle, dan bukit-bukit lainnya, sungguh amat indah dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Setara dengan obyek-obyek wisata itu, di tempat-tempat lain, terdapat keindahan alam yang unik, tidak ditemukan di wilayah lain.

Dari pesona alam Yogyakarta, pelajaran-pelajaran macam apa yang mesti kita ambil hikmahnya?

Pertama, adalah kewajiban warga dan pemerintahan Yogyakarta untuk memelihara dan mengembangkan obyek-obyek wisata alam. Pemeliharaan dan pengembangan dilakukan dengan membuat rencana tata ruang dalam bentuk Peraturan Daerah, yang di dalamnya ditetapkan zona-zona wisata alam, sebagai bagian integral dari rencana pembangunan daerah Yogyakarta secara keseluruhan.

Kedua, penyiapan dan pembinaan tenaga-tenaga kepariwisataan bermoral luhur, serta profesional dalam mengelola obyek wisata maupun melayani kebutuhan-kebutuhan wisatawan.

Ketiga, pembangunan infrastruktur-infrastruktur pendukung, sehingga obyek-obyek wisata alam mudah dikunjungi, aman, dan nyaman. Pelabaran jalan, pembangunan jembatan, serta pembangunan fasilitas-fasilitas umum, amat mendesak dilakukan, agar kemacetan, atau kecelakaan di jalan dapat dicegah.

Keempat, pembudayaan sadar wisata bagi seluruh warga dan aparat pemerintah terkait. Wisatawan akan kangen dan kembali berwisata ke Yogyakarta, bila selama di Yogyakarta merasa dilayani dengan ramah, santun, dan jujur. Oleh karenanya, wajah sangar, sikap-sikap antagonistik, seperti: biaya parkir atau harga-harga makanan yang “nuthuk”, harus diberantas. Semua pihak harus disadarkan tentang arti pentingnya keselarasan, keharmonisan, dan kebersatuan dengan wisatawan.

Kelima, perbanyak kreativitas dan inovasi di bidang usaha kecil dan menengah, baik berupa kerajinan ataupun makanan (oleh-oleh), agar kenangan berkunjung ke Yogyakarta, dapat melekat hingga wisatawan tiba kembali di tempat asal. Kesan dan kenangan manis nan indah tentang obyek wisata alam di Yogyakarta, dipastikan akan diwartakan ke sahabat-sahabat lain. Inilah iklan gratis yang tersebar melalui wisatawan terdahulu.
Pesona wisata alam Yogyakarta memang oyee. **