Pesta Kriya Ajang Belajar Perajin Lokal

72
Pesta Kriya yang digelar Roemah Martha Tilaar di Kebumen. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Untuk keempat kalinya, Roemah Martha Tilaar (RMT) menyelenggarakan Pesta Kriya, sebuah festival yang mengusung misi edukasi di bidang kewirausahaan dan kerajinan lokal Kebumen.

Festival yang berlangsung Jumat hingga Sabtu (21-23/09/2018) ini diisi berbagai stan edukasi dari para pengusaha kecil dan mikro di bidang kerajinan rakyat, pertanian, fashion dan jasa.

Selain itu juga diberikan berbagai pelatihan dan demo terkait dengan berbagai bidang tersebut.

Marcomm Roemah Martha Tilaar, Alona Ong, mengatakan Pesta Kriya tahun ini memberi penekanan lebih besar pada aspek edukasi dan pembangunan, apresiasi masyarakat terhadap produk lokal dan dunia wirausaha.

Pesta Kriya tahun ini memang banyak perbedaan dari perhelatan tahun sebelumnya. Penyelenggara dan peserta bersepakat dengan UKM untuk lebih memberikan perhatian pada proses edukasi dan penguatan brand usaha mereka.

Baca Juga :  OP Beras Digelar, Harga di Pasaran Tetap Mahal

“Jumlah transaksi bukan lagi menjadi tolok ukur keberhasilan, melainkan intensitas komunikasi antara pengunjung dengan pemilik usaha yang menjadi sasaran,” ungkapnya.

Contoh, di stan kerajinan pandan pengunjung dapat langsung belajar cara menganyam pandan. Bahkan disediakan pula alat praktik model Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang merupakan sarana memperkaya desain produk pandan.

Di stan pertanian jamur, pengunjung dapat melakukan kegiatan pembuatan log media tanam jamur, penanaman bibit hingga membuat olahan sate jamur.

Ketua Panitia Pelaksana, Annisa Haq, menambahkan Pesta Kriya kali ini diikuti 40  pengusaha kecil dan mikro di Kebumen.

Selain menampilkan hasil dan proses produksi, mereka juga membuat kegiatan-kegiatan edukatif di masing-masing stan.

Proses ini selain memperkuat brand masing-masing usaha juga membangkitkan semangat wirausaha di masyarakat.

Baca Juga :  Jogja Ternyata Punya Ikon Air Mineral Lokal

Pesta Kriya memperoleh perhatian cukup besar dari masyarakat. Selain kalangan sekolah, beberapa agen pariwisata juga membawa rombongan.

“Kami senang apresiasi sekolah sangat tinggi. Beberapa sekolah berkoordinasi dan membawa siswanya studi lapangan,” kata Annisa Haq.

Yang mengejutkan, ada biro wisata dari Yogyakarta dan Jakarta memasukkan event ini dalam daftar kunjungan kliennya. Para pengisi stan memang diseleksi dan mendapat pendampingan khusus untuk merancang isi dan tata tampilan.

“Kami berharap cara ini akan memunculkan event pameran yang berkualitas untuk menjadi sarana edukasi dan rekreasi, tidak saja bagi masyarakat Kebumen, namun juga bagi wisatawan dari luar,” tambah alumnus Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia ini. (sol)