Pesta Rakyat Pelantikan Gubernur Bukan Hura-hura

455

KORANBERNAS.ID – Pesta rakyat dalam rangka mangayubagya pelantikan Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X nantinya jangan dilakukan dalam bentuk kegiatan yang sifatnya hura-hura.

“Pesta rakyat itu bukan dimaknai pesta hura-hura lho. Rasa syukur itu kita wujudkan semampu kita dalam bentuk berdoa di masjid, kemudian semacam kenduri. Isinya juga syukur dan doa,” ungkap Didik Purwadi, Asisten Asisten Keistimewaan Setda DIY, Kamis (04/10/2017).

Seperti diketahui, masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode ini berakhir 10 Oktober 2017. Sedangkan pelantikan dijadwalkan dilaksanakan di Jakarta pada 16 Oktober 2017. Ada jeda beberapa waktu, namun hal itu tidak mengganggu jalannya pemerintahan.

Sependapat, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi, menyatakan pesta rakyat agar dilaksanakan sederhana. “Dilantik di Jakarta, syukurannya di Jogja. Pesta rakyat itu setelah dilantik, masak urung apa-apa wis pesta,” ujarnya.

Seperti diberitakan, kalangan DPRD DIY meminta Pemerintah DIY agar penyelenggaraan pesta rakyat dilaksanakan sederhana, dengan tidak menghambur-hamburkan anggaran. (sol)