Petahana Maju, Balonbup Temanggung Mulai Bertarung

385

KORANBERNAS.ID — Temanggung bersiap diri menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018. Sejumlah bakal calon siap bertarung untuk menduduki kursi bupati dan wakil bupati selama lima tahun kedepan.

Sebut saja dua bakal calon bupati (balonbup) dan bakal calon wakil bupati (balonwabup) yang bersiap ikut pilkada melalui penjaringan DPC PKB Kabupaten Temanggung. Petahana Bambang Sukarno kembali mendaftarkan diri dengan membawa pasangan Eko Budi Hartono yang saat ini mencabat Camat Temanggung.

Bambang bersiap melawan Al Khadziq yang berpasangan dengan M. Mattoha yang merupakan Ketua DPC PKB Temanggung. Kedua balon memamaparkan program, visi dan misi masing-masing, Senin (18/09/2017) di kantor Sekretariat DPC PKB Kabupaten Temanggung.

Ketua Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Temanggung, Muhammad Amin mangatakan pemaparan visi dan misi dari para pendaftar di PKB ini merupakan fase akhir internal selama proses penjaringan di tingkat DPC. Berkas serta berita acara akan langsung dikirim ke DPW PKB Jawa Tengah untuk dilanjutkan ke DPP PKB yang memiliki hak mutlak mengeluarkan rekomendasi calon bupati dan calon wakil bupati yang akan maju Pilkada serentak 2018.

Bambang dalam penyampaian visi misinya mengatakan, jika terpilih menjadi bupati kembali pada periode 2018-2023 maka akan memprioritaskan pada pertanian. Selain itu melanjutkan pembangunan sektor infrastruktur, dan memperbaiki kekurangan yang diperlukan.

“Kami ingin tembakau lebih baik sehingga petani menjadi sejahtera. Saat ini saya juga telah menyusun Rancangan Undang-Undang Rokok Kretek guna melindungi petani tembakau,” katanya.

Sementara itu Al Khadziq memuji berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh pemerintah era Bambang Sukarno selama ini. Salah satunya berbagai akses jalan di wilayah pinggiran yang telah baik dan halus secara merata.

“Saya akan teruskan program Pak Bupati yang sejauh ini sudah sangat baik. Namun demikian, saya juga ingin membangun sektor sumber daya manusia Temanggung melalui program TMG atau Tentrem, Marem, dan Gandem. Bukan tanpa alasan, jujur saya heran melihat Pasar Kertek (Wonosobo) dan Pasar Sukorejo (Kendal) yang ramai selama 24 jam. Kenapa pasar-pasar di Temanggung tidak bisa,” katanya.

Bacawabup M. Mattoha justru mengeluarkan jurus bernama STMJ, yakni setia, tanggung jawab untuk masyarakat agar Temanggung jaya.

“Pembangunan di Temanggung selama ini sudah merata hingga ke pelosok desa. Selain itu kesejahteraan petani juga sudah meningkat. Oleh karena itu mereka butuh solusi agar harga komoditas pertanian terus stabil agar petani dapat lebih sejahtera,” katanya.

Eko Budi Hartono dalam paparannya mengusung visi dan misi untuk menjadikan Temanggung yang mandiri, dinamis, serta agamis.

“Saya ingin memajukan UMKM dan sektor pertanian. Selain itu, kalau mendapatkan restu untuk maju, saya ingin menutup kekurangan bupati nanti,” katanya. (yve)