Petambak Udang Panen Dini

431
Petambak udang Glagah panen diri, segera dibangun bandara. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Usai penandatanganan pemberian tali asih oleh Puro Pakualaman kepada penggarap PAG (Paku Alam Ground), Kamis (31/08/2017) kemarin, PT PP yang ditugasi meratakan tanah PAG makin giat bekerja. Perataan tanah tidak hanya pada lahan yang banyak ditumbuhi pepohonan, namun juga di daerah tambak udang.

Petambak udang tampak tergesa-gesa memanen dini udang peliharaan mereka. Muhairi, salah seorang petambak mengaku kesal juga proyek tidak sabar menunggu udangnya panen normal.

Panen dini yang ia lakukan tidak menyebabkan kerugian signifikan, hanya saja keuntungan yang direncanakan awal tidak bisa tercapai.

“Panen hari ini hanya bisa keluar 1 ton, dengan harga segitu ya hanya balik modal, untung tidak banyak. Ini pembelinya dari Banyuwangi,” ujarnya.

Muhiri berharap, dirinya dan petambak lain bisa menerima kompensasi ganti rugi PAG dari Puro Pakualaman secara wajar. Dia mengaku harus berpikir keras, selanjutnya mau kerja apa karena tidak punya lahan garapan lagi.

“Udang saya ini baru berumur 55 hari, size 110. Satu kilo berisi 110 ekor udang. Harganya Rp 58 ribu per kilogam. Terpaksa saya angkat karena tambaknya sudah mau diratakan untuk bandara,” katanya.

Dia menjelaskan, lahan pasir milik Puro Pakualaman yang akan dijadikan lokasi bandara ini sebetulnya sangat bagus untuk budidaya udang. Udang bisa tumbuh dengan baik. Idealnya udang dipelihara hingga usia 100 hari untuk mencapai size 30.

Size 30 harganya kini mencapai Rp 113 ribu per kilogram. Dengan kondisi ini, sebetulnya saya sempat berangan-angan tidak harus 100 hari, diberi kesempatan sampai 40 hari ke depan saja harganya sudah bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram, tapi ya mau bagaimana lagi,” jelas petambak yang sudah memulai usaha tahun 2013 ini.

Supangat, petambak lainnya  menambahkan, mau tidak mau dalam waktu dekat para petambak harus melakukan panen dini sekaligus menghentikan usahanya sebagai petambak udang. Sebab pembersihan lahan bandara sudah dimulai.

Ia juga sudah menerima surat peringatan (SP) ketiga dari PT Angkasa Pura I tanggal 27 Agustus 2017.  “Saya sebetulnya berharap ada waktu sekitar 20 hari lagi hingga usai udang siap panen. Namun sebagian besar petambak mulai memilih melakukan panen dini kendati size dan harga jualnya belum sesuai dengan harapan yang diinginkan,” ungkapnya. (wid)