Petani Keluhkan Harga Bawang Merah Impor

82
Aksi demo yang dilakukan petani bawang merah. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Ratusan petani bawang merah yang tergabung dalam Bawang Merah Sindoro Sumbing Temanggung (PBMSST) menggelar aksi damai di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Mereka menuntut agar Pemerintah Daerah (Pemda) menyampaikan aspirasi mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian terkait maraknya importir bawang merah yang nakal, sehingga mempengaruhi harga bawang merah menjadi turun drastis.

Perwakilan dari PBMSST, Mustakhid dalam rapat mediasi di ruang Sindoro DPRD Temanggung menjelaskan, bahwa bawang merah import dijual dengan harga sangat murah. Yaitu di bawah Rp 10.000 per kilogram.

“Hal tersebut sangat mempengaruhi harga bawang merah local. Jika kami petani bawang merah menjual dengan harga yang sama, kami sangat rugi. Dengan harga segitu uang untuk modal awal saja tidak kembali,” ujar Mustakhid  dengan penuh harap.

Baca Juga :  60 Anggota Panwascam Dilantik

Dirinya mengkhawatirkan, importir bawang merah menjelang Lebaran nanti akan semakin banyak. Hal ini akan membawa dampak makin meluas, bukan hanya petani di Temanggung tapi juga di daerah lain.

“Diharapkan pemerintah dan dewan menyampaikan aspirasi para petani bawang merah Kabupaten Temanggung dan ada perhatian lebih kepada petani bawang merah,” pintanya.

Sisyono salah seorang perwakilan PBMSST lainnya, mengemukakan, petani Temanggung siap memenuhi kebutuhan bawang merah nasional.

“Akan tetapi setiap kali kami panen raya harga menjadi turun, dan diserang oleh oknum importir nakal. Imbasnya harga bawang merah langsung turun, otomatis yang terkena dampaknya para petani bawang merah yang semakin menderita,” keluhnya.

Wakil Ketua DPRD yang memimpin rapat mediasi, Tunggul Purnomo, menyampaikan akan segera menindaklanjuti aspirasi para petani.

Baca Juga :  Sebarkan Kebaikan Lewat Secangkir Kopi

“Kita juga minta ke dinas untuk segera melakukan operasi pasar. Jika benar terdapat importir bawang nakal, yang merugikan petani, untuk langsung diambil sikap dan melibatkan aparat terkait. Dengan mengajak Komisi C dan secepatnya, untuk segera ditindak. Ini penting untuk mendukung swasembada para petani dan demi kesejahteraan petani semua daerah, tidak hanya di Kabupaten Temanggung,” paparnya.

Anggota Komisi C DPRD Temanggung, Slamet  menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota dan meminta Disperindagkop UKM untuk segera bertindak.

“Akan tetapi kami meminta kerjasama kepada seluruh masyarakat untuk menginformasikan dan menunjukkan kepada pemerintah ketika ditemukan pelaku importir bawang merah,” pintanya. (SM)