Petani Meninggal di Sawah

Tubuhnya Terbaring Tenang di Antara Tanaman Padi

203
Diduga kelelahan, kakek Jumingin (72) ditemukan meninggal di sawah Dusun Ciren Pandak Bantul, Minggu (24/06/2018) pagi. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Seorang petani berusia 72 tahun bernama Jumingin ditemukan meninggal dunia di persawahan Dusun Ciren Desa Triharjo Kecamatan Pandak Bantul, Minggu (24/06/2018) pagi.

Keterangan yang dihimpun koranbernas.id, pagi itu Jumingin mencangkul di sawah bersama para tetangganya.

Sekitar pukul 08:30 salah seorang petani bernama Udi (67) berniat hendak pulang. Saat itu dia mencari tetangganya, Jumingin, untuk diajak pulang bareng.

Namun dia tidak terlihat dan berpikir tetangganya itu pulang lebih dulu.

Namun alangkah kagetnya ketika berjalan pulang Udi melihat Jumingin terlentang di persawahan. Tubuhnya terbaring tenang di antara tanaman padi.

Udi segera memanggil petani lain yang ada di sawah untuk mengecek kondisi  Jumingin. “Ternyata sudah meninggal. Kami segera lapor pihak kepolisian,” kata Udi.

Baca Juga :  Jangan Hanya Jadi Penonton NYIA
Petugas memeriksa jenazah kakek Jumingin. (sari wijaya/koranbernas.id)

Tidak berselang lama, tim Polsek Pandak dipimpin Kapolsek AKP Amir Mahmud datang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama anggota Reskrim, SPK, Bhabinkamtibmas dan Intelkam.

Disusul kemudian Tim Inafis Polres Bantul dipimpin Ipda Tono dan Indri Fitriani AMd Kep dari Puskesmas Pandak 1 melakukan pengecekan kondisi korban dengan disaksikan Kaur Pem Triharjo, Darmanto dan Kadus Ciren, Marsidi.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Almarhum meninggal diduga karena kelelahan,” kata Ipda Tono.

Atas kejadian tersebut warga beserta keluarga menerima dan mengakui kejadian itu murni tidak ada unsur pidananya. Selanjutnya korban dimakamkan di makam desa setempat. (sol)