Petugas Buru Penunggak Pajak Kendaraan di Jalanan

194
Kasi PKB UP2D Kebumen, Suharyo turun langsung memeriksa  STNK, pada operasi yang digelar Rabu (11/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kebumen, dilakukan dengan “memburu“ penunggak PKB di jalanan.  Upaya ini, dilakukan Unit Pelayanan  Pendapatan Daerah (UP2D) Kebumen, bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen.

Seperti yang dilakukan UP2D Kebumen, Rabu (11/04/2018), karyawan dan anggota Satlantas  Polres Kebumen mengadakan operasi di Jalan HM Sarbini, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Salah satu sasaran operasi ini, adalah penunggak PKB.

Pengamatan koranbernas.id, di lokasi operasi menunjukan, cukup banyak pengguna/ pengemudi kendaraan bermotor menghindari operasi itu. Belasan pengemudi motor memilih untuk balik arus untuk menghindari operasi. Kemungkinan besar, mereka bukan penunggak PKB. Mereka diduga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Aksi balik arus menghindari operasi ini, bahkan ada yang  membahayakan jiwa pengendara. Mereka balik arus, dengan tidak memperhatikan kendaraan yang berada  di belakang dan tidak memberi tanda balik lampu sign. Ada juga yang “menabrak“ lampu merah, karena kepanikan mereka  menghindari operasi.

Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor UP2D Kebumen Suharyo, kepada koranbernas.id  melalui pesan singkatnya, menjelaskan, operasi kali ini, ada 23 obyek pajak yang melunasi PKB.  Sebagian belum menunggak pajak, sebagian lainnya menunggak PKB. Dari pembayaran 23 obyek PKB berhasil mengumpulkan pendapatan   Rp 5.500.000 bersumber dari PKB, dan Rp 162.000 berasal dari denda tunggakan.

Operasi hari itu juga berhasil mendapatkan,  sumbangan wajib  daerah kecelakaan lalu lintas (SWDKLL) sebesar Rp 1.091.000, dan denda  keterlambatan pembayaran  SWDKLL  sebesar  Rp 192.000. Sehingga, dari operasi ini, terkumpul pendapatan sebesar Rp  6.995.000.

Suharyo  mengatakan, per 13 Maret 2018, jumlah obyek PKB di Kebumen yang menunggak berjumlah 10.012 obyek PKN,  dengan nilai tunggakan  PKB Rp 1,916 miliar.  Dibanding jumlah obyek PKB yang mencapai   343.850 kendaraan roda 2 dan roda 4, jumlahnya sedikit, dan terus menurun.

Kemudahan membayar PKB, menjadi salah satu makin berkurngnya jumlah tunggakan PKB.

“Banyak wajib PKB yang membayar PKB, di saat operasi. Ini salah satu kemudahan membayar PKB,“ ujar Suharyo.(SM)