Petugas KPK Gadungan Cari Mangsa

Berhasil Dibekuk Petugas Polres Bantul

305
Kapolres Bantul menggelar jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (15/08/2018) terkait petugas KPK gadungan yang berhasil dibekuk. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Seorang warga asal Dusun Dlingo RT 22/08 Desa Banyuroto Kecamatan Nanggulan Kulonprogo bernama Risdiyanto (40)  ditangkap petugas Polsek Bambanglipuro bersama Polres Bantul karena melakukan penipuan di wilayah Bambanglipuro dan Sedayu.

Kanit Reskrim Polsek Bambanglipuro Ipda Wahyu Tri Handono SH mengatakan Risdiyanto ditangkap di Dusun Paker RT 04 Desa Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro Bantul, Senin (14/08/2018) sore.

“Awalnya kami mendapat informasi dari kelompok Sapi “Andini” Dusun Paker didatangi seorang laki-laki yang mengaku petugas KPK dan mengaku melakukan penyelidikan soal penyimpangan anggaran hibah sapi. Namun minta sejumlah uang,” kata Ipda Wahyu.

Oknum yang mengaku petugas KPK tersebut minta disediakan uang Rp 35 juta  kepada kelompok ternak. Katanya uang itu akan  dikembalikan ke kas negara. “Akhirnya pada jam yang disepakati, kami melakukan penangkapan berkoordinasi dengan Polres Bantul. Yang bersangkutan juga melakukan penipuan di wilayah Sedayu,” katanya.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK menggelar jumpa pers terkait oknum KPK gadungan tersebut di Mapolres Bantul, Rabu (15/08/2018) siang. Dengan didampingi Kanit IV Sat Reskrim Polres Bantul, Ipda  M Andri Setiawan SH, Kapolres menjelaskan pelaku mengaku petugas KPK dan membawa tanda pengenal ataupun beragam atribut bertuliskan KPK, belakangan diketahui palsu.

Yang bersangkutan dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. “Dalam melancarkan aksinya tersangka mengaku sebagai anggota KPK bidang penindakan serta membawa atribut bertuliskan KPK,” kata Kapolres.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka (istimewa)

Aribut tersebut diamankan petugas sebagai Barang Bukti (BB) di antaranya  lencana bertuliskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, ID Card atas Nama Risdiyanto NPP 004233, stempel bertuliskan Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara DPD Yogyakarta Aliansi Indonesia, borgol, tas berisi PIN bertuliskan Satgas Saber Pungli, PIN bertuliskan BIN, kuitansi dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Di Sedayu tersangka menipu dan berhasil membawa uang Rp 36 juta,” kata Kapolres.

Saat mencari mangsa, tersangka mendatangi ketua kelompok ternak “Ngudi Rejeki” Dusun Selogedong Desa Argodadi Sedayu, Kadri (42). Tersangka mengaku mengecek bantuan sapi pemerintah tahun 2011, dari 68 ekor tinggal 40 ekor.

Ketua kelompok sudah menjelaskan ada sapi yang mati ataupun untuk pembangunan kandang kelompok. Namun tersangka tetap meminta uang Rp 36 juta dan harus diserahkan ke sebuah kantor di wilayah Jalan Wates Km 5 Dusun Pedes Sedayu yang dikatakan Risdiyanto sebagai kantor KPK wilayah DIY.

Setelah berembug dengan anggota kelompok ternak, Kadri berhasil mengumpulkan Rp 36 juta dan diserahkan ke Risdiyanto di kantor “KPK” setelah sebelumnya dia  menjalani pemeriksaan oleh Risdiyanto.

Kepada Kadri, Risdiyanto bilang uang tersebut nantinya dikembalikan ke kas negara. Namun alangkah kagetnya ternyata Kadri mendengar di wilayah lain Risdiyanto ditangkap polisi, sehingga dirinya juga melapor ke aparat berwenang. (sol)