Petugas Puskesmas Jemput Bola Datangi Rumah Warga

50

KORANBERNAS.ID — Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memberikan layanan kesehatan yang prima, petugas kesehatan dari Puskesmas di Kabupten Sleman berkunjung langsung ke rumah-rumah warga.

Ini merupakan implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) sebagai wujud Nawacita ke-5 Presiden Jokowi yang dilaksanakan sejak 2017.

Kegiatan ini juga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan minimal bagi masyarakat yang menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk memenuhinya.

Untuk tahun 2017, program tersebut  dilaksanakan di  5 Puskesmas yakni Puskesmas Kalasan, Mlati 2, Minggir, Ngemplak I dan Sleman, sebagai pilot proyek pemeriksaan keluarga. Untuk tahun 2018 terdapat 20 Puskesmas sehingga semua Puskesmas di Kabupaten Sleman sudah melaksanakan pemeriksaan keluarga dari rumah ke rumah.

Sekretaris Dinas Kesehatan dokter Cahya Purnama MKes menyampaikan jajaran Puskesmas membentuk tim yang bertugas berkunjung ke rumah-rumah warga yang mencapai 391.016 KK (Kepala Keluarga).

“Petugas selain melakukan pendataan kesehatan yang meliputi 12 indikator juga melakukan edukasi masalah kesehatan serta observasi lingkungan dan memeriksa tensi anggota keluarga,” kata Cahya di kantornya, Senin (17/08/2018).

Baca Juga :  Bupati Sambangi Rumah Buya Safii Ma’arif

Ke-12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga yakni meliputi Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar.

Selanjutnya penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan.

Anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keluarga mempunyai akses sarana air bersih dan mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Menurut Cahya, dengan kegiatan ini diharapkan petugas kesehatan mengetahui kondisi riil kesehatan warga dan lingkungannya sehingga bila diketemukan permasalahan kesehatan sekaligus dapat melakukan intervensi/tindakan pencegahan maupun penanganan.

Juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun program kegiatan bila di suatu wilayah terindikasi adanya permasalahan penyakit tertentu bisa di dukung dengan program dari Dinas Kesehatan.

“Bila ditemukan kurang jambanisasi bisa didukung program jambanisasi, demikian pula bila dijumpai permasalahan kurangnya air bersih bisa didukung program yang terkait,” tutur Cahya.

Baca Juga :  Tahun Anjing, Dikhawatirkan Timbul Konflik, Mengapa?

Harapannya kegiatan ini dapat menemukan masalah sekaligus dapat memberikan solusi pemecahan masalahnya. Pemecahan masalah bisa dilakukan bukan hanya dari Dinas Kesehatan saja melainkan dari lintas sektor yang terkait sehingga kegiatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK)  dapat ditindak lanjuti dengan program yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Hasil pemeriksaan yang sekaligus sebagai upaya pendataan kesehatan keluarga ini selanjutnya dimasukkan aplikasi yang langsung diakses oleh Kementerian Kesehatan RI.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI juga terus mendorong kegiatan ini karena masyarakat dapat secara langsung merasakan dampak positif yaitu mendapatkan check up kesehatan keluarga secara langsung.

Petugas dapat mengetahui keluhan-keluhan penyakit yang diderita anggota keluarga secara dini.

Dengan kegiatan ini masyarakat miskin dapat pula mengakses pelayanan kesehatan. Bila tidak dapat menuju sarana kesehatan terdekat bisa diakses melalui home care dan melalui program perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas medis. (sol)