Petugas Temukan Pangan Kedaluwarsa

Saat Turun ke Pasar Tradisional di Wilayah Galur Kulonprogo

99
Petugas Satpol PP Kulonprogo melakukan pengawasan di pasar tradisional, Senin (04/06/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kulonprogo bersama sejumlah instansi terkait, Senin (04/06/2018), turun ke pasar-pasar tradisional. Mereka menemukan sejumlah bahan pangan yang melebihi batas kedaluwarsa.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Sat Pol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi, menuturkan kali ini pengawasan dan pemeriksaan dilakukan di Pasar Kranggan dan Pasar Bangeran Kecamatan Galur.

Pihaknya melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap bahan pangan, kosmetik dan obat-obatan.

“Di Pasar Kranggan kami tidak menemukan bahan pangan, kosmetik, obat-obatan berbahaya atau kedaluwarsa. Tapi di Pasar Bangeran kita menemukan puluhan bahan pangan kedaluwarsa,” ujarnya.

Dari salah satu pedagang di Pasar Bangeran, petugas menemukan 19 bungkus bumbu siap saji yang kemasannya rusak, 22 bungkus bumbu siap saji kedaluwarsa. Ada pula tiga botol kosmetik kedaluwarsa.

Baca Juga :  Maksimalkan TI untuk Pengurangan Risiko Bencana

“Pedagang kemudian kami minta menukarkan barang-barang tersebut ke masing-masing distributor dengan barang yang masih baik. Kami juga mengimbau agar pedagang lebih jeli dan teliti,” kata dia.

Menurut Qumarul, pengawasan yang dilakukan oleh petugas terpadu guna menegakkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Kemudian, Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sukirman warga Lendah mengapresiasi langkah-langkah pencegahan itu. “Salut kalau dilakukan pengawasan. Mestinya yang melanggar aturan diberikan tindakan yang dapat mengakibatkan efek jera. Agar pelanggaran tidak diulang ulang terus,” katanya. (wid)

Baca Juga :  31 Tahun Tak Ketemu, Alumni STM HKTI Reuni