PGOT Meninggal Mendadak di  Jalan Lintas Selatan

116
Anggota Polres Kebumen dan Puskesmas Mirit Mengevakuasi jenazah PGOT. (Humas Polres Kebumen)

KORANBERNAS.ID–Seorang  pemuda yang  dikategorikan Pengemis Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Senin (19/03/2018)pagi ditemukan meninggal di jalan desa, di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Korban yang tidak diketahui identitasnya, ditemukan tergeletek di pinggir jalan yang cukup jauh dari permukiman.

“Visum dr Kurbianto, Kepala Puskesmas Mirit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebabnya kemunginan kelaparan,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin, MPdI kepada koranbernas.id, Senin (19/03/2018) siang.

Sejam sebelum ditemukan meninggal dunia, warga setempat melihat korban sedang  berjalan dan kemudian tiduran di sekitar lokasi dia ditemukan meninggal dunia.

Setidaknya ada 3 warga desa setempat yang melihat korban sebelum dan sesudah meninggal dunia. Karena tidak dikenal, Polsek Mirit menyerahkan jenazah korban kepada perangkat desa setempat untuk dimakamkan  di desa itu.

Baca Juga :  18 Tim Ikut Turnamen Terbuka Goalball

Penyerahan jenazah korban, setelah dilakukan  identifikasi ciri-ciri korban oleh Inafis Polres Kebumen dan visum et repertum.

Catatan koranbernas.id, seringkali terlihat PGOT berkeliaran di tempat-tempat umum. Satpol PP Kebumen dan Dinas  Sosial Pengendalian  Penduduk  dan  Keluarga  Berencana Kebumen pernah melakukan razia terhadap PGOT dan ODGJ.

Tak kurang 33 orang PGOT dan ODGJ diamankan dan dirawat di Rumah Singgah Eks Psikotik Dosaraso dan Poli Jiwa Puskesmas Pejagoan Kebumen. Banyaknya PGOT dan ODGJ, menjadikan rumah singgah yang sebenarnya tidak untuk menampung  PGOT,  digunakan juga untuk menampung PGOT.

Disinyalir korban dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain. Praktek memindahkan PGOT dan ODGJ antar daerah ini disinyalir masih terjadi. Ketiadaan anggaran dan panti sosial untuk  merawat mereka, diduga  menjadi masalah untuk menampung mereka. (SM)

Baca Juga :  Yazid Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Tanpa Intervensi