PGRI Siap Luncurkan 100 Buku Karya Guru

358
Ketua PGRI Purbalingga, Sarjono SPd MSi (kanan) bersama para guru yang bersemangat menulis buku. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru, di antaranya melalui gerakan Sagu Sabu (satu guru satu buku).

Gerakan sagu sabu yang merupakan kerja sama PGRI Purbalingga dengan lembaga pelatihan penulisan “Media Guru” ini berupa pelatihan kepada para guru untuk  bisa menulis buku.

Dijadwalkan, bersamaan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 mendatang, akan diluncurkan 100 buku tulisan para guru, dari guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Purbalingga.

“Kami targetkan ada 100 buku yang akan diluncurkan pada peringatan Hardiknas tahun 2018. Syukur bisa lebih dari 100 buku,” ujar Sarjono SPd MSi, Ketua PGRI Purbalingga, kepada koranbernas.id  di gedung PGRI Purbalingga, Sabtu (18/11/2017), terkait kegiatan Peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Purbalingga.

Menurut dia, saat ini sudah banyak guru yang sedang berproses menulis buku, bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah jadi.

“Kami akan terus menggelar pelatihan “Sagu Sabu”, di mana sudah dua kali kami gelar, dan pesertanya membludak, sangat antusias. Pesertanya tidak hanya dari guru-guru di Purbalingga, namun ada juga dari Banyumas, Pemalang dan Wonosobo,” kata dia.

Sarjono  yang memang dikenal sebagai penulis andal, saat ini sudah menulis tiga buku untuk siap diluncurkan bersama para guru di Purbalingga. Ketiga buku itu berjudul Meluruskan Kiblat Organisasi, Lidah yang Menyelamatkan dan Kisah di Balik Dua Tragedi.

Dijadwalkan, pada 22-23 Januari 2018, PGRI Purbalingga akan kembali menggelar pelatihan “Sagu Sabu” yang akan diikuti 500 peserta.

Sarjono merasa bangga, virus gemar menulis kini sedang menjangkiti  para guru di  Purbalingga. Untuk itu,PGRI Purbalingga siap memfasilitasi dan  bekerja sama dengan lembaga yang memang peduli di bidang kepenulisan.

Hal ini terkait tolok ukur profesionalitas seorang guru dilihat dari karya ilmiah yang dihasilkan, baik berupa buku, artikel maupun Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di samping kemampuan mengajar yang dituntut untuk terus maju.

Sarjono juga menyambut baik, dalam waktu dekat  PGRI Purbalingga dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menggelar pelatihan penulisan artikel serta Diklat jurnalistik.

“Ini sebagai upaya untuk menyebarkan virus menulis di kalangan guru. Saya serukan kepada para guru,  untuk aktif terlibat dalam kegiatan tulis menulis. Belajar dan terus belajar,” ujar Sarjono.

Pihaknya merasa bangga bahwa di blog http://mediaguru.co.id/, guru-guru di Purbalingga belakangan menempati peringkat pertama se-Indonesia yang aktif menulis di blog tersebut.

Sarjono juga menginformasikan, terkait Peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Purbalingga, pihaknya menggelar berbagai kegiatan.

Yakni, bedah rumah terhadap 51 rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di berbagai kecamatan padahari Sabtu-Minggu (18-19/11), talk show “Menuju Pendidikan Bermutu diPurbalingga” yang disiarkan melalui Radio Gema Soedirman pada Jumat (17/11) pukul 13:00-14:00,  audiensi dengan Kapolres Purbalingga (10/11), kunjungan anggota sakit (16/11), donor darah (17/11), dan jalan sehat yang akan ditargetkan diikuti 10 ribu peserta Minggu (19/11/2017).

Selain itu, juga ada seminar pendidikan karakter (20/11), seminar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (21/11), seminar pendidikan agama (22/11), ziarah ke taman makam Pahlawan Purbo Saroyo (24/11), upacara bendera di Alun-alun Purbalingga (25/11).

Adapun penutup acara berupa resepsi HUT, Sabtu (25/11/2017). Pada resepsi itu akan digelar hiburan wayang kulit dengan dalang Ki Kukuh Bayu Aji, di Aula PGRI Purbalingga. (sol)